Himitsu no ai ( Chapter 3)

Author : voelle

Title : Himitsu no ai

Length                  : Chapter

Genre                   : Romance, Friendship

Rating                  : PG – 15

Cast                     : Chanyeol Exo-K

Kris Exo-M

Jung Hyekyung (OC)

Kim Hyunyeong (OC)

Lee Chanhyun

Main cast             : SM artist

Exo member

Note                     : Story is mine , don’t bash and plagiator! Sorry for the typo, for another cast find by self

~Himitsu no ai~

Chanyeol sudah selesai mempack-ing barang – barang nya, ia berjalan mendekati kedua orang tuanya dan nunanya

“appa, omma, nuna Chanyeol akan merindukan kalian selama di America sana”

“Chanyeol, jaga dirimu disana, omma appa dan nuna akan selalu mendukungmu di sini walaupun kau tidak bisa merasakamnnya” ucap Mrs.Park, Chanyeol langsung memeluk ommanya

“omma..”

“sudah kau harus pergi lihatlah Jessica dan Hyekyung mereka menunggumu sedari tadi” orang yang di bicarakannya hanya terenyum kikuk

“Chanyeol! Ini kartu ATM dan tabunganmu, kau pakai ini ketika kaau membutuhkannya! Appa akan mentransfer uang setip bulannya, dan ini kunci mobil pakai lah dengan sebaik – baiknya mobil dan uangmu, jangan di pakai yang aneh – aneh! “ ucap Mr.Park

“ne appa”

“Ah ya Jessica”

“ne?”

“bila terjadi seuatu pada Chanyeol kau langsung laporkan pada ahjussi, jaga bocah nakal ini, aku mempercai Chanyeol kepadamu dan Yunho”

“aish! Appa! Aku bukan bocah nakal” Ucap Chanyeol kesal, sedangkan Mr . Park hanya ersenyum

“ah ne!”

“Chanyeol, kau masukkan barang – barang yang akan di bawa kedalam bagasi mobil Jessica”

“ne appa!”

-skip-

“appa, omma, nuna jaga diri kalian selama Chanyeol di America ne?” ucap Chanyeol

“ne! Chanyeol nuna akan merindukanmu” ucap Yura nuna sambil memeluk Chanyeol

“Chanyeol..hiks…nuna akan merindukanmu.. jaga dirimu disana Chanyeol..hiks” Yura nuna pun melepaskan pelukannya

“ne nuna” ucap Chanyeol

“Jessie, aku titipkan dongsaengku yang nakal ini kepadamu, ne?” ucap Yura

“ah ne! Kau tenang saja!” ucap Jessica

Chanyeol langsung memeluk Mrs.Park

“omma, jaga diri omma ne?”

“ne” air mata(?) Mrs.Park keluar dengan bebasnya, Chanyeol merenggangkan pelukannya

“nuna, jaga omma dan appa ne?”

“ne”

“ah! Sudah waktunya berankat! Omma, appa, nuna Chanyeol berangkat ne? Pai pai” ucap Chanyeol

“ne, kami juga! Annyeong!”

Jessica, Hyekyung, dan Chanyeol pun masuk ke dalam mobil dan pergi

Kris POV

“mengapa semua keluarga Chanyeol  menangis? Apa yang terjadi?” batin Kris

Sebenarnya sedari tadi Kris mengikuti mobil Jessica, Kris kembali mengikuti kemana arahnya mobil Jessica melaju, dan akhirnya mobil Jessica berhenti di kediaman keluarga Jung

“menagapa berhenti disini? Bukannya ini kediaman keluarga Jung? Apa yang sebenarnya terjadi?” batin Kris bingung dengan pemandangan di depannya

“Kris! Ayo turun! Kita harus menjelaskannya!” ucap Hyunyeong tiba – tiba, saat hendak Hyunyeong akan membuka pintu Kris mencegahnya(?)

“wae Kris? Wae kau mencegahku?hiks..hiks..” ucap Hyunyeong dengan terisak

Kris tidak menjawabnya, ia memeluk Hyunyeong untuk meredakan tangisan Hyunyeong

Kris POV End

Chanyeol  POV

“ayo masuk Chanyeol!” ucap Hyekyung, aku hanya mengangguk dan mengikutinya dari belakang

“Hyekyung?” ucap seorang yoeja dengan rambutnya yang berwarna merah dengan membawa seorang anak kecil yang menurutku lucu

“Krystal onnie~” Hyekyung langsung berlari dan memeluk Krystal

“jadi Hyekyung mempunyai dua kaka?” batin Chanyeol

Hyekyung semakin asyik berbincang – bincang dengan onnienya

“ehem!” Chanyeol berdeham, Hyekyung langsung teringat bahwa ada Chanyeol yang sedari tadi ia terlantarkan(?)

“hehe mian Chanyeol” ucap Hyekyung sambil memeperliharkan deretan giginya, Chanyeol tidak menjawab melainkan hanya mnenganggukkan kepalanya

“onnie! Perkenalkan ini Chanyeol sahabatku sekaligus teman sekekasku” ucap Hyekyung memperkenalkan Chanyeol kepada Krystal

“oh ne, annyeong Chanyeol! Krystal imnida, kau bisa memanggil ku nuna”

“ne, Chanyeol imnida”

“ah! Chanyeol kenalkan ini sepupuku Nicole dia anak Jessica onnie dan Yunho oppa” ucap Hyekyung sambil menggendong Nicole yang sebelumnya di gendong oleh Krystal

“ah! Annyeong Nicole!” ucap Chanyeol tersenyum, Nicole mebalas senyuman Chnayeol dan ia mengulurkan tangannya, Chanyeol menanggapi uluran tangan tersebut

“Annyeong! Nicole imnida” ucap Nicole

“berapa umur mu Nicole? Kyeopta” ucap Chanyeol sambil mencubit pelan pipi cabi nya Nicole

“umul Nicole 3 tahun” Chanyeol tertawa mendengar penuturan kata – kata Nicole

“Nicole pengen di gendong thama Krystal ahjumma(?)” ucap Nicole, Hyekyung memberikan(?) Nicole kepada Krystal , mereka pun berbincang – bicang dan semakin lama semakin asyik mereka berbincang – bincang

Chanyeol POV End

Hyekyung POV

Hyekyung, Krystal, Chanyeol, dan Nicole semakin larut dalam perbincangan tadi bahkan di sela – sela mereka bebincang – bincang mereka tertawa karena ulah Nicole yang lucu, karena sakin asyik nnya mereka berbincang sampai – sampai ada yang memanggil Hyekyung

“Hyekyung~” ucap seorang namja yang tidak jauh berdiri di belakangnya, Hyekyung menoleh kebalakang

“ah! Yunho oppa!” Hyekyung langsung berjalan mendekati Yunho

“kau melihat nicole?” ucap Yunho, Hyekyung mengangkat sebelah halisnya

“itu nicole sedang bermain bersama Krystal onnie, padahal Yunho oppa lebih dulu berada di rumah dari pada aku” ucap Hyekyung

“pantas saja oppa cari ke kamarnya tidak ada”

“bagaimana kalau Nicole di culik, apa oppa akan seperti tadi?”

“aish! Jangan berpikir yang macam – macam Jung Hyekyung!”

Hyekyung POV End

“apa semuanya sudah siap?” ucap Jessica

“ne! Sudah siap semuanya!” ucap Hyekyung bersemangat

“kajja!”

“appa, omma, krystal onnie, minho oppa, aku janji tidak akan membuat keributan selama di America, aku juga berjanji akan belajar dengan lebih baik dari pada sebelumnya, dan aku..hiks..hiks..” Hyekyung tidak melanjutkan perkataannya

Krystal langsung memeluk Hyekyung sangat erat

“Hyekyung be carefull ne? onnie todak mau kejadian beberapa tahun ke belakang terjadi lagi” tanpa terasa air mata Krystal keluar

“ne..hiks..onnie ..hiks”

Krystal melepaskan pelukannya, lalu mengusap pipinya dengan telapak tangannya

“Hyekyung omma akan merindukan mu sangat, jaga dirimu di sana ne? omma akan selalu mendoakan mu di sini” ucap Mrs.Jung

“ne..hiks..Hyekyung juga akan sangat merindukan omma”

“ayo sudah jangan menagis penerbanganmu sebentar lagi Hyekyung! “

“appa, gomawo..hiks..hiks” Hyekyung langsung memeluk Mr.Jung

“ne ne, sekarang hapuslah air matamu, sebentar lagi penerbanganmu”

“ne appa! Omma, appa, onnie, oppa jaga diri kalian masing – masing ne selama aku tidak di Seoul? Aku akan sangat merindukan kalian”

“Hyekyung ayo penerbangannya 20 menit lagi” ucap Jessica dari dalam mobil

“ne onnie!”

“cepatlah masuk ke dalam mobil” ucap Mr.Jung

“ne appa!”

Hyunyeong POV

Hyunyeong melepaskan pelukan Kris, ia keluar dari mobil dan berlari ke arah Hyekyung yang akan membuka pintu mobil

GREP

Hyunyrong berhasil memeluk Hyekyung sedangkan yang di peluk hanya terdiam tanpa mengeluarkan kata sedikit pun

“ Hyekyung..hiks..mianhae..nan paboya..hiks..hiks..”

“ sudah terlambat, aku sudah memaafkan m, berbahagialah dengan Wu Yi Fan”

“aku..hiks..hiks..tau..hiks..kau..hiks..belum memaafkan ku..hiks..mianhae..aku tau aku bu-“

“sudah ku bilang aku sudah memaafkan mu Kim Hyunyeong” belum sempat Hyunyeong membereskan perkataannya, Hyekyung sudah membalasnya dengan sedikit penekanan di kata “ Kim Hyunyeong”

“ dan satu hal berbahagialag de-“ belum sempat Hyekyung menyelesaikan perkataannya sebuah tangan sudah menariknya kedalam pelukan ya dia adalah Park Chanyeol, sehingga membuat Hyunyeong sedikit terdorong

“cha-chnayeol” ucap Hyekyung terbata – bata

“kau bukan nya kau bersama Kris? Kenapa kau ada di sini?”

“mianhae chanyeol..hiks..mianhae..”

“berbahagialah dengan Kris! Dan jangan sekali – kali kau dan Kris memunculkan diri di hadapan ku dan Hyekyung karena kau telah menyakiti hati sahabat mu sendiri termasuk aku(?) “

“mianhae..chanyeo..hiks..aku tau aku salah..hiks..aku..menyesal..hiks..hiks..”

“persetan dengan semuanya! Berbahagilan kau dengan Kris! dan jangan kau ganggu lagi kehidupan kami apa lagi menyakiti Hyekyung! “

Hyunyeong merasakan jantung nya berhenti berdetak setelah mendengar ucapan Chanyeol tadi dengan segara Chanyeol dan Hyekyung masuk ke dalam mobil sedangkan Hyunyeong merasakan lututnya dan lama kelamaan ia menjadi duduk di tanah

“Argh!! Mengapa semuanya jadi begini? Hiks..hiks..”

Tanpa di sadari Hyunyeong sedari tadi Kris sudah berdiri di samping nya bahkan ia melihat bagaimana dan percakapan Hyunyeong antara Hyekyung dan Chanyeol, dengan segera Kris memeluk Hyunyeong

“uljima~ don’ cry chagi” Hyunyeong hanya bisa terisak di dalam pelukan Kris

Hyunyeong POV End

Chanyeol POV

“uljima uljima, can you stop this? We can take to America, but you? Cry right? It’s not nice! So.. Look at me! Smile like an idiot! Hahaha” Hyekyung yang sedari tadi menagis ia menjadi tertawa terbahak – bahak karena ulah Chanyeol

“hey! Stop it! Hahaha kau membuat perut ku sakit karena ulah mu! Hahahahaha “

“tertawa juga kau! Hahaha simpanlah air matamu tidak ada gunanya kau menangisi mereka”

“ada benarnya perkataanmu, hehehe gomawo chanyeol”

“cheonma hyekyung”

Tidak terasa mereka sudah sampai di bandara Incheon, mereka segera turun sedangkan Chanyeol dan Yunho mengeluarkan barang – barang bawaan mereka ke dalama troler(?)

Chanyeol POV End

*ceritanya udah di dalem pesawat ya ._.v*

“ahjumma, can you play with me? Mommy sudah tidur dady juga sama sudah tidur “ ucap seorang anak kecil yang kira – kira berumur 4 tahun

“oh okey Nicole! But why you can’t sleep with your mom and your dad? “

“aku tidak mengantuk Hyekyung ahjumma “

“ah! Kyeopta “ Hyekyung mencubit pipi Nicole gemas

“kalau kau mengantuk bilang pada ahjumma ne?”

“ne!” ucap Nicole seraya menganggukkan kepalanya

Akhirnya mereka pun memainkan i-pad milik Hyekyung

“hey! Apa yang sedang kalian lakukan?” ucap seorang namja dengan suara khas seseorng baru bangun tidur

“ommo! Chanyeol apa kami mengganggu mu? Mianhae” ucap Hyekyung merasa bersalah

“ah ani hyekyung, memang aku saja yang inigin bangun, kekeke “

“jeongmal? Mianhae ne?”

“jeongmal Jung Hyekyung! Ah ada Nicoke ternyata, hey Nicole! What are you doing?”

“hai Chanyeol ahjussi! I’m playong game with Hyekyung Ahjumma”

“boleh aku bergabung? Sepertinya sanagat rame “

“tentu saja boleh ahjussi” ucap Nicole senang

“okey! “

Mereka pun semakin larut memainkan game tersebut tanpa disadari ada seseorang yang memperhatikan mereka

“keluarga harmonis” ucap salah satu penumpang yang sedaeri tadi memperhatikan mereka, Hyekyung dan Chanyeol yang bertatapan seperti mengisyaratkan sesuatu

“ ah! Kami hanya bersahabat dan ini sepupu sahabatku”  ucap Chanyeo menjelaskan

“jinja? Ah mianhae, tapi kalian terlihat seperti sebuah keluarga! Kalian berdua cocok jika menjadi sepasang suami istri”

“ahehe gomawo tapi kami hanya bersahabat” orang tersebut hanya memberikan senyuman nya dan kembali melanjutkan aktifitasnya

“Hyekyung ahjumma”

“ah ne Nicole wae?”

“aku mengantuk..hoam” ucap Nicole seraya menguap

“ah! Tunggu sebentar, dan Chanyeo kau jaga dulu Nicole”

“oh? Ne ne”

Hyekyung pun pergi ke arah dimana Jessica dan Yunho ia mengambil sesuatu dari dalam tas Nicole, oh ternyata Hyekyung membawa serbuk susu dan dot dan ia segera meminta bantuan pramugari untuk mebuatkannya karena tidak mungkin Hyekyung masuk dengan seenak nya kedalam dapur pesawat(?) *author lupa namanya*  dengan seenaknya

-skip-

Akhirnya Nicole tertidur dan Hyekyung segera memindahkan Hyekyung ke tempat semula dan tdan tidak lupa memakaikan nicole pengaman

“jaljayo Nicole, sweet drean kekeke”

Hyekyung pun beranjak ke tempat duduknya lama kelamaan ia merasa mengantuk dan memilih untuk tidur , Chanyeo yang melihat Hyekyung tertidur ia membenarkan posisi Hyekyung dan memakai kan pengaman “ ketika kau sedang tidur terlihat sangat damai seperti tidak ada beban” dan Chanyeol pun kembali ke posisi semulanya

Kris  POV

Setelah aku mengantarkan pulang Hyunyeong kerumahnya, Kris berkunjung ke sebuah cafe yang dulu sering kunjungi bersama sahabatnya ya dia adalah Chanyeol, Kris pun memilih duduk di sudut cafe dan memesan hot mocachino kekusakaan nya, ia bertujuan untuk memnenangkan dirinya tapi tetap tidak bisa karena masih terngiang – ngiang ucapan Hyekyung dan Chanyeol walaupun mereka tidak menyadari keadaan Kris sedari tadi

Tiba –tiba saja I-phone milik Kris berdering menandakan ada panggilan masuk dan benar saja ommanya menelfon

“yeobseo mom?”

“…”

“nothing special, aku tidak apa – apa mom”

“…”

“ne mom! Aku akan segera pulang”

*PIP*

Kris pun keluar dari cafe dan langsung mengendarai mobil nya untuk pulang karena ommanya berpesan agar cepat pulang karena ada sesuatu yang penting dengan terpaksa Kris pulang

Sesampainya di rumahnya, Kris langsung berlari ke arah ruang keluarga

“ah, kau sudah pulang Kris! “ ucap Mrs.Wu

“ne mom, apa yang akan di bicarakan mom?”

“Kris, dad ingin kita kembali lagi ke Vancouver, karena semua urusan dad disini sudah selesai” ucap appa Kris, Kris hanya bisa menghembuskan nafasnya

“terserah dad saja lah” Kris pun langsung memasuki kamarnya dan menutup pintu kamarnya sedikit kasar

Kris POV End

Hyunyeong POV

Sakit rasanya memang ketika Chanyeol  berkata seperti tadi, dan aku tidak tahu mengapa sakit sekali di daerah dada ku seakan – akan ada sebuah piasau yang menyayat – nyayat daerah dadaku, mungkin apa yang dirasakan Chanyeol dan Hyekyung lebih sakit dari pada yang kurasakan, dan sekarang aku hanya bisa menangis ya menangis untuk merutuki rasa bersalah ku yang sudah terlambat

“Hyekyung” ucap seorang paruh baya masuk ke dalam kamar Hyunyeong, dengan cepat Hyunyeong menghapus air  matanya dan bersikap normal

“ne omma?” sebisa mungkin Hyunyeong menyembunyikan tangisan nya dengan sebuah senyuman yang sangat manis ya itu adalah fake smile

“ada apa dengan mu? Apa kau sudah menangis?”

“anni omma, aku baik – baik saja! Ada apa omma kemari?”

“omma hanya mengingatkan saja sebentar lagi makan malam, cepatlah ganti pakaian mu”

“ah! Aku lupa omma, ya sudah aku akan mandi dulu omma” ucap Hyunyeong langsung meninggalkan ommanya dan masuk ke dalam kamar mandi, Mrs . Kim hanya bisa menggelengkan kepalanya karena tingkah anaknya

Hyunyeong POV End

Langit malam ini sangatlah indah banyak sekali bintang yang berbinar dan bulan yang menyinari gelapnya bumi ini, tapi tidak dengan seorang namja yang sedari tadi hanya melihat layar I-phone nya tersebut, dan di layar tersebut ada 2 orang namja dan 2 orang yeoja yang tersenyum penuh bahagia, tetapi namja tersebut hanya fokus pada satu yeoja yang terlihat sangat senang, tapi tidak dengan suasana hati namja malah bisa di bilang terbalik dengan suasana hati namja tersebut

Tiba – tiba Iphone namja tersebut bergetar tanda seseorang menelfon dengan sangantg malas namja tersebut mengangkatnya

“yeobseo?”

“…”

“MWO?!”

 

TBC..

Mungkin ini ff kependekan atau typo bertebaran dan mianhae buat post yang telat, karena akhir – akhir ini aku sibuk sama tugas sekolah, huhu #abikan

Gimana ff nya? Garing? Gj ? maaf kalau ff ini garing, gj, atau apapun itu karena saya masih pemula hehehe

Jangan lupa coment ne ^^

Advertisements

Heartstring (Chapter 1)

Heartstring (Chapter 1)

Author : voelle

Title : Heartsring

Length : Chapter

Genre : Romance, School life, SadImagea

Rating : PG-17

Main Cast : Jessica Girls’ Generation

Im Yoon – A Girls’ Generation

Wu Fan/ Kris Exo – M

Kim Jongin / Kai Exo – K

Note : Story is mine, don’t bash and plagiator! For another cast find it by your self! Intro dikit gapapa ya, aku 00 line’s, baru di dunia fanfiction jadi maaf kalau ada alur cerita yang aneh dan kata – kata yang agak kaku, enjoy read this fanfiction okey! ff ini terinspirasi dari drama Heartstring ^^ sebelumnya ff ini juga udah di post di wordpress pribadiku ^^

Seorang wanita cantik, dengan rambut coklatnya yang digerai, memiliki mata indah dan berwana coklat namun penglihatannya sangat tajam, dan ia sangat lucu ketika menggunakan seragam SMA nya itu.

“waaa~ yeoja itu cantik sekali! Apa dia murid baru di sini?” ucap salah satu namja ke temannya

“kyaaa~ neomu yeppo!”

“siapa dia? Bisa – bisa repurtasiku kalah dengan dia” ucap salah seorang yeoja

Dia adalah Jessica Jung murid baru di SM Academy, dia adalah anak dari seorang Pengusaha terkenal dan sukses di negeri gingseng ini ya dia adalah anak dari Jung Corporation.

Jessica terus berjalan tanpa memperhatikan tatapan aneh, ia masih mencari letak ruang kepala sekolah

“uh! Dimana sebenarnya ruang kepala sekolah? Mengapa sedari tadi belum ketemu?” gerutu Jessica kesal karena sedari tadi ia tidak tahu dima letak ruang kepala sekola

“ah~ Jessica pabbo! Kenpa kau tidak menanyakan saja! Aish! Pabbo!”  Jessica mengutuk dirinya sendiri karena kebodohannya

Seorang namja jangkung dengan rambut berwarna blonde dan temannya mendekati Jessica yang sedang kebingungan, sedangkan temannya sudah pergi terlebih dahulu ke kelas

“Hello” ucap namja berambut blonde tadi menyapa Jessica

“ha- hallo” ucap Jessica membalas sapaan namja tadi dan tersenyum kecil

“apa kau murid baru di sini? Sepertinya kau sedang kebingungan”

“ne, aku sedang mencari ruang kepala sekolah”

“ah pantas saja aku jarang melihatmu, ayo aku antar kau ke ruang kepala sekolah”

“oh, ne”

Mereka pun pergi kearah ruang kepala sekolah berada tidak sampai 5 menit mereka sudah sampai di sepan ruang kepala sekolah

“kita sudah sampai, ini ruang kepala sekolah” ucap namja berambut blonde tadi sambil menunjukkan gummy smile nya, dan langsung pergi meninggalkan Jessica

“Gomawo” teriak Jessica dan hanya di balas acungan(?) jempol dari namja berambut blonde tadi

*tok..tok..tok*

“masuk” ucap kepala sekolah dari dalam ruangannya

Jessica membuka pintu kepala sekolah

“anyeonghaseyo songsaengnim” ucap Jessica membungkukkan badannya

“silahkan duduk”

Jessica pun dudk di kursi yang sudah di sediakan

“apa kau Jessica Jung?” ucap kepala sekolah sambil memerhatikan Jessica

“ne, songsaengnim”

“ayahmu sudah memberitahu ku kalau kau baru saja pindah dari America dan bahasa korea mu belum terlalu fasih”

“ne, songsaengnim bahasa korea saya belum terlalu fasih”

*tok..tok..tok*

“masuk” ucap Kepala Sekolah, dan pintu tersebut terbuka dan muncullah seorang yeoja cantik

“Songsaengnim, ada apa saya di panggil kemari?” ucap yeoja tadi

“Victoria, perkenalkan ini Jessica Jung murid baru dan ia akan dikelaskan di kelas dimana anda adalah wali kelasnya”

“ah ne songsaengnim!” ucap Victoria, ya Victoria adalah salah satu guru di SM Academy yang mengajar Sejarah

“sekarang bawalah Jessica ke kelas”

“anyeoghaseyo Victoria songsaengnim” ucap Jessica bangkit dari duduknya dan membungkukkan badannya, ya walaupun Jessica telat memberi salam

“ne anyeong! Ayo Jessica ikut saya” ucap Victoria dan memberikan senyuman manisnya kepada Jessica

“ne songsaengnim!”

Jessica dan Victoria pun keluar ruangan kepala sekolah tidak lupa memberi salam kepada kepala sekolah, mereka pun menuju kelas dimana Jessica akan belajar

Mereka pun sampai, Victoria masuk terlebih dahulu semua murid langsung hening

“Anyeonghaseyo! Kalian akan mendapatkan teman baru, di mohon kalian memperlakukannya dengan baik” ucap Victoria kepada semua murid yang ada di kelas tersebut, sebagian siswa langsung bebisik – bisik karena mereka akan mendapatkan teman baru

“Jessica-shi ayo masuk”

Jessica masuk kedalam kelas tersebut

“ayo perkenalkan dirimu”

“Anyeonghaseyo! Jessica imnida, saya pindahan dari America, mohon bantuannya, mianhae bahasa korea saya belum terlalu fasih”

“Jessica kau boleh duduk di sebelah Yoona” ucap Victoria sambil menunjukkan tempat dudk Jessica

“ne, songsaengnim” ucap Jessica dan berjalan ke arah tempat duduknya

“hallo! Apa boleh saya duduk di sini?” tanya Jessica

“tentu saja! Hallo! Yoona imnida”

“ne! Hallo! Jessica imnida” Jessica pun duduk di sebelah Yoona dan mereka mulai menjadi akrab, pelajaran pun di mulai semua siswa fokus memperhatikan pelajaran

*tet..tet* anggap aja bel istirahat ._.

Bel istirahat pun berbunyi, semua siswa keluar dari kelasnya masing – masing tapi tidak untuk kelas Jessica dan Yoona, karena Victoria songsaengnim belum mengakhiri pelajarannya

“okey cukup sampai di sini! See you later on next week! Anyeong” Victoria songsaengnim mengakhiri pelajarannya dan semua siswa pun keluar dari kelas, terkecuali Jessica dan Yoona yang masih memasukkan buku pelajaran kedalam tas nya masing – masing, tanpa mereka sadari ada dua orang namja yang mendekati mereka

“chagi, ayo kita ke kantin aku sudah lapar” ucap salah satu namja kepada yoona

“ah, Kai oppa!” ucap Yoona antusias saat melihat kekasihnya

Sedangkan Jessica memperhatikan namja yang satunya lagi

“bukankah kau yang tadi pagi membantuku?” ucap Jessica kepada namja berambut blonde

“ne, aku yang tadi pagi membantumu, perkenalkan Wu Fan imnida, kau bisa memanggilku Kris” ucap Kris namja berambut blonde tersebut

“ah, gomawo Kris-shi telah membantuku tadi pagi, Jessica Jung imnida, kau bisa memanggilku Jessica, Jessie, atau Sica”

“ah cheonma!”

Jessica dan Kris semakin larut dalam canda tawa tidak jauh dengan Yoona dan Kai

“apa kalian sudah saling mengenal?” ucap Yoona tiba – tiba

“ne baru saja kami mengenal” ucap Kris dengan santai

“woaa~ kau kenal dari mana , Kris?” ucap Kai yang tidak percaya

“tadi pagi aku mengantarnya ke ruang kepala sekolah dan secara tidak sengaja kami bertemu lagi” jelas Kris

*kriuk..kriuk*

Yoona, Kai, dan                 Kris langsung melihat Jessica

“ah! Mianhae, spertinya perutku ini sudah tidak tahan, hehe” ucap Jessica sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tidak gatal

Kris mengusap kepala Jesica “ kau lucu sekali! Ya sudah! Ayo kita ke kantin!”

Mereka pun pergi ke kantin, selama di perjalanan mereka menjadi pusat perhatian, Jessica yang merasa menjadi pusat perhtian merasa risih lain halnya dengan Kris, Kai, Yoona

“kau merasa risih?” ucap Kris tiba – tiba

“ne, mengapa semua orang melihat kita?”

“kau akan tau jawabannya” Kris langsung menggenggam tangan Jessica dengan erat, Jessica hanya bisa melongo karena Kris menggenggam tangannya, akhirnya mereka pun sampai di Kantin

Jessica POV

“apa dia murid baru? Wow! Lucky Girl! Dia bisa dekat dengan Kris sang kapten basket dan pasangan Yoona dan Kai” ucap salah seorang yeoja

“baru saja masuk dia sudah bisa dekat  Kris, Kai, dan Yoona! Padahal kan mereka bertiga sangat susah untuk berteman! Apa lagi mereka adalah orang – orang populer! Lucky Girl” ucap salah seorang yeoja lainnya

Jessica tercekat karena perkataan terakhir yeoja tadi

“apa? Jadi mereka adalah orang populer di sekolah ini? Oh my god!” batin Jessica

Setelah pesanan selesai, Jessica langsung membawanya ke tempat dimana Kai, Yoona, dan Kris berada

“apa benar kalian orang populer di sekolah ini?” ucap Jessica to the point

Yoona dan Kai membulatkan matanya, karena tidak percaya Jessica mengetahuinya sedangkan Kris biasa saja dengan tatapan datar nya

“ka – kau tau dari mana sica?” ucap Yoona yang masih tidak percaya

“aku tau dari yeoja – yeoja yang sedang berbisik – bisik” ucap Jessica dengan wajah polosnya

“ya memang kami ‘di bilang’ orang populer di sekola ini, tapi kami tidak mau di bilang seperti itu! Banyak yang ingin dekat dengan kami hanya untuk memanfaatkan saja, kami tidak mau berteman dengan orang yang seperti itu, tapi ketika kami lihat kau, kau sangat berbeda dengan mereka, kau anak dari Jung Corporation kan?” jelas Kai kepada Jessica

“n-ne, darimana kau tahu tentang keluarga ku?” Jessica takut kalau semakin banyak orang yang mengetahuinya anak dari keuarga Jung Corporation, kejadian beberapa tahun kebelakang terjadi lagi

“aku tahu, karena ayah ku berteman dengan ayah mu dan aku juga pernah mengantarkan ayah ke rumahmu dan tidak sengaja aku melihatmu sedang bermain dengan Krystal adikmu? Ah! Ya aku lupa memperkenalkan diri, anyeong! Kai imnida”

“ne, anyeong! Jessica imnida! Kumohon kalian jangan memberi tahu siapa – siapa bahwa aku anak dari Jung Corporation” ucap Jessica, mata Jessica memerah karena menahan tangis, ia takut kejadian beberapa tahun kebelakang terjadi lagi

“Kenapa kau ingin menyembunyikannya? Lambat laun mereka akan mengetahuinya Jessie” ucap Yoona yang sekarang duduk di samping Jessica

Tes..tes..tes air mata yang sedari tadi Jessica tahan mengalir dengan mudahnya

“kumohon..hiks..jangan..sampai ada yang tahu..hiks..”

Yoona langsung memeluk Jessica, Yoona tidak tahu Jessica akan menangis, Yoona pun mencoba menenangkan Jessica

Jessica sudah kembali tenang, ia melepaskan pelukan Yoona

“Jessie, kenapa kau menangis tadi?” ucap Yoona serius, Kris dan Kai pun ikut serius

Jessica diam tidak menjawab, ia takut mereka akan menertawakan ceritanya

“come on Sica, mulai detik ini kami akan menjadi sahabatmu! Ayo ceritakan “ ucap Kai dan di setujui dengan anggukan Yoona

“Kai benar! Ayo Sica ceritakan” ucap Kris dan langsung menggenggam tangan Jessica

“benar kalian mau menjadi sahabatku?” ucap Jessica sambil melihat mereka satu persatu

“ne! “ ucap mereka dengan kompak

Jessica menghela nafasnya, ia pun menceritakan masa lalu nya , ya walupun sebenarnya Jessica tidak mau mengingatnya lagi. Setelah Jessica selesai bercerita kepada mereka, Yoona langsung memeluk Jessica

“Jessie, sungguh aku tidak percaya kau pernah mempunyai masa lalu seperti itu!”

“ne, yoong “ Jessica melepaskan pelukannya

“aku tidak ingin kejadian masa laluku terjadi lagi!”

Mereka bertiga pun mengangguk mengerti, bel tanda istirahat pun berbunyi semua siswa kembali ke kelas masing – masing, begitu juga denga Kris, Kai, Yoona, Jessica

Jessica POV end

Kris POV

“oppa~” seorang yeoja langsung merangkul tangan Kris, Kris hanya bisa memutarkan bola matanya

“wae Tiffany?” ucap Kris malas

“bogoshippo oppa”

“hmm..” ucap Kris sambil melepaskan rangkulan Tiffany, dan berjalan menuju temapat duduknya , sedangkan Tiffany hanya bisa menahan amarahnya dan kembali duduk

Kai yang melihat sahabatnya menjadi badmood, ia tertawa terbahak – bahak, Kris hanya bisa menggelengkan kepalanya karena kelakuan Kai yang tidak berubah

“ahahaha kau lucu sekali tadi Kris” ucap Kai masih tertawa terbahak – bahak

“yak! Kai diam!”

Kai langsung diam karena kelihatannya Kris marah

“kai?”

“wae?”

“apa kau berfikir Tiffany berpacaran dengan ku hanya untuk memanfaatkan ?”

“molla Kris, tapi kalau dilihat – lihat perkataan mu benar, Tiffany selalu saja minta belanja dan yang lainnya”

“Kai, aku butuh bantuanmu”

“apa? Kalau akau bisa ya aku bantu”

Kris pun membisikkan sesuatu kepada Kai, Kai mengangguk mengerti setelah Kris beres membisikkan

“Jangan lupa kau beri tahu ini kepada Yoona!” ucap Kris mengingatkan Kai yang terkadang pelupa

“ne! Ne! Kau cerewet sekali”

Suasana kelas menjadi hening karena Changmin songsengnim sudah datang, semua siswa fokus memperhatikan pelajaran yang sedang berjalan

Kris POV end

Bel pulang pun berbunyi seluruh siswa berhamburan keluar kelas, Kai dan Kris berjalan menuju kelas Yoona dan Jessica, sesampainya di kelas Yoona, Kai langsung menarik Yoona

“yak! Kai kenapa kau menarik ku secara tiba – tiba,eoh?” ucap Yoona kesal, karena Kai kekasihnya menarik tangannya secara paksa

“mianhae chagi, tapi ini ada sesuatu hal yang sangat penting aku bicarakan, makannya aku menari k tangan mu sepaerti tadi”

“penting? Apa yang akan kau bicarakan?”

Kai membisikkan sesuatu kepada Yoona, setelah Kai selesai membisikkan Yoona mengangguk mengerti, sepertinya Yoona setuju dengan apa yang dibisikkan Kai

“kapan misi itu akan di lakukan?” ucap Yoona serius

“sepertinya besok! Ya besok! “  ucap Kris bersemangat

“kau semangat sekali Kris!” cibir Yoona

Kris tidak menjawab melainkan mencibir Yoona di dalam hatinya

“Yoona!” ucap seseorang memanggil Yoona, Yoona melihat kebelakang dan ternyata itu Jessica

“Jessie! Apa yang sedang kau lakukan?”

“yak! Seharusnya aku yang bertanya begitu bukannya kau!” Jessica langsung mempout bibirnya karena kesal dengan Yoona

“kau lucu sekali sica” ucap Kris sambil mencubit pipi Jessica

“ah! Appo Kris” Jessica langsung mengelus – ngelus pipinya yang tadi di cubit oleh Kris, sedangkan yang lainnya hanya terkekeh melihat tingkah Jessica

Drt..drt..drt..

Smartphone milik Jessica bergetar, ia langsungmengeluarkannya dari saku seragamnya ternyata oppa nya lah yang menelfonnya

“yeobseo oppa?”

“…”

“ne! Cerewet sekali”

“…”

“ya ya ya, sica akan segera kesana” *PIP

Sambungan telfon terputus Jessica mengembalikan smartphonenya ke tempat semula(?)

“mm.. Kris, Kai, Yoona aku pulang duluan ne? Pai pai” pamit Jessica kepada ketiga sahabat nya

“ne, hati – hati di jalan Jessie!” ucap Yoona berteriak karena Jessica sudah setengah berjalan ke arah gerbang sekolah dan menghilang

Kris, Kai, Yoona juga memilih untuk pulang karena di sekolah hanya ada kelompok Jurnalis yang sedang berkumpul

Jessica POV

Uh! Menyebalkan sekali Jonghyun oppa menjemputku secara mendadak, tidak bisakah dia mengubah sifatnya?

“dimana mobil Jonghyun oppa? Bukannya ia bilang tadi berada di parkiran?” oceh Jessica sambil mencari mobil oppanya tersebut

*tet..tet..* anggap aja clakson mobil ._.

“Jessica, come on!” ucap Jonghyun sambil melambaikan tangannya

Jessica berlari mendekati mobil Jonghyun dan masuk, selama di perjalanan kakak dan adik terseut penuh dengan canda tawa

“ahahaha oopa pengalam mu itu lucu sekali! Ah perut ku sakit karna tertawa terus hahahaha” tawa Jessica semakin meledak karena Jonghyun memberi tahu pengalamannya

Tanpa terasa Jessica sadari ternyata ia dan oppanya sudah sampai

“Hello! Apa kau tidak sadar sudah sampai,eoh?” ucap Jonghyun

“sudah sampai? Kenapa oppa tidak memberti tahu ku?” ucap Jessica kesal dan turun dari mobil milik Jonghyun

“aish! Dongsaeng ku yang satu ini memang tidak merubah sikapnya dari dulu!” Jonghyun pun keluar dari mobilnya dan mengikuti Jessica dari belakang

“bibi Sun, dimana mom and daddy?” tanya Jessica pada bibi Sun

“setahu saya tadi, tuan dan nyonya pergi ke Jepang”

“oh, MWO? GO TO JAPAN? Mengapa mom and dad tidak memberi kabar kepada ku?”

“ne, ah ini tuan dan nyonya menitipkan ini”  bibi Sun menyerahkan sesuatu kepada Jessica dan Jessica menerimanya

“gomawo bibi sun” Jessica duduk di sofa ruang keluarga disana ada Jonghyun yang sedang menonton tv

Jessica melihat benda yang tadi di berikan bibi Sun kepadanya, dengan rasa penasaran ia segera membukanya dan ternyata di dalamnya ada sebuah surat

Jessica mom and dad akan berangkat ke Jepang mungkin untuk 2 minggu, selama mom and dad berada di Jepang, kau berhati – hati lah, hubungi oppamu kalau terjadi sesuatu! Ah dan jangan lupa jaga adikmu Krystal! Jangan bertingkah aneh saat mom and dad tidak ada!

                                                                                                                                                                                Mom

“surat dari mommy Jess?” ucap Jonghyun tiba – tiva tanpa mengalihkan pemandangannya dari televisi

“ne, ah oppa aku bosan dirumah! Apa Krystal sudah pulang?”

“mm..sepertinya sudah coba kau lihat saja ke kamarnya”

Jessica pun pergi meninggalkan Jonghyun ia berjalan ke kamar Krystal

Jessica POV End

Yoona POV

“apa besok semua rencana akan berjalan dengan sempurna, chagi?” tanya Yoona pada namja di sebelahnya

“tentu saja! Mana mungkin aku mengecewakan sahabatku sendiri!” ucap namja tersebut sambil mencubit hidung Yoona

“yak! Kim Jongin appo!” Yoona memukul tanagn Kai yang mencubit hidung Yoona

“aku tidak akan melepaskannya!”

“yak! Lepaskan tanganmu dari hidungku!”

“ani!”

Akhirnya Kai melepaskan cubitannya karena merasa kasihan dan sepertinya Yoona kehabisan nafas

“hosh..hosh.. kau ingin membuatku mati,eoh?”ucap Yoona kesal

Kai tidak menjawab malah memilih berpura – pura fokus dengan jalan, Yoona mempot mulutnya karena kesal atas perlakuan Kai, dan akhirnya Yoona memilih untuk tidur karena ia mengantuk

Akhirnya mereka sampai di madison keluarga Im

“Yoong, kita sudah sampai” ucap Kai, tapi tidak ada respon dari Yoona, Kai meliaht ke arah kanannya ternyata Yoona tertidur

“Deer kau selalu tertidur jika perjalanan pulang” Kai mengusap lembut rambut Yoona karena ia tidak mau Yoona terjaga, Kai turun dari mobilnya dan membuka pintu sebelahnya ia mengangkat Yoona ala brydal style, Kai memasuki kawasan madison keluarga Im dan ia berjalan menuju kamar Yoona berada selama perjalanan banyak pelayan di madison keluarga Im melihat Kai takjub

Kai langsung membaringkan tubuh Yoona dan membenarkan letak selimut, sebelumnya Kai melepaskan sepatu yang di pakai Yoona

“have a nice dream Deer dan jangan lupa mimpikan aku” Kai mengecup kening Yoona singkat dan ia keluar dari kamar Yoona dan bergegas pulang ke rumahnya

–          Skip –

“nghh” Yoona menggeliat, dan mengerjap – ngerjapkan matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya

“kenapa aku berada di sini? Seingat ku tadi aku sedang bersama Kai”

*hello..hello..* smartphone Yoona berbunyi, Yoona mengambil smartphonenya

From : Kai

Chagi, apa kau sudah bangun? Apa tidur mu nyenyak? Ah pasti kau akan bertanya – tanya mengapa kau ada di kamar mu sendiri sekarang, biar aku beri tahu! Kau tadi tertidur di dalam mobil karena sudah sampai di rumahmu, jadi aku mengangkatmu(?) ke kamar

Yoona yang membacanya merasa bahagia karena namjachingunya sangat perhatian tidak seperti ex-namjachingunya yang hanya memanfaatkannya, Yoona membalas pesan tersebut

“ah! Sebaiknya aku mandi sebelum jam makan malam tiba” Yoona pun beranjak dari tempat tidurnya dan berjalan ke arah kamar mandi

Yoona POV End

Kris POV

“Ah bosan sekali di rumah hanya berdiam diri di kamar sedangkan omma dan appa di Jepang” gerutu Kris, Kris melirik smartphone nya akhirnya ia mempunyai ide

Kris mengetik pesan kepada seseorang lalu mengirimnya, tidak menunggu laman ada pesan masuk, Kris terlihat bahagia karena pesannya di balas, karena asyik mengiri pesan Kris lupa bahwa ini sudah jam 9 malam, Kris mengantuk dan ia memilih untuk tidur

-Skip-

Cahaya matahari masuk kedalam kamar Kris melewati celah – celah ventilasi jendela kamar Kris, Kris merasa terganggu akhirnya ia bangun dan mengerjap – ngerjapkan matanya untuk menstabilak matanya

“hoam..” Kris bangkit dari tempat tidurnya lalu bergegas mandi dan bersiap – siap untuk sekolah

Kris POV End

Jessica POV

“morning krystal and jonghyun oppa!” Jessica telihat bahagia pagi ini, Jonghyun menatap Jessica aneh, Jessica mengambil sandwich dan memakannya

“kau aneh sekali Jessie! Tidak biasanya kau seperti ini”

Jessica hanya menjawabnya dengan senyuman tipis

“Cha! Ayo oppa antarkan aku ke sekolah” ucap Jessica sambil menarik tangan Jonghyun

“yak! Jangan menarik – narik tanganku, bagaimana kalau kopi ini jatuh mengenai rok mu,eoh?” ucap Jonghyun kesal, Jessica mempout bibirnya sedangkan Krystal hanya tertawa melihat kelakuan onnie dan oppanya

“ahaha, onnie kau lucu sekali dan Jonghyun oppa bila kau kesal akan terlihat menggemaskan! Hahaha” ucap Krystal dengan tawaan khasnya

Jonghyun dan Jessica semakin kesal akhirnya mereka menninggalkan Krystal yang masih tertawa

“yak! Onnie! Oppa! Chakamman!” Krystal berlari menghampiri Jessica dan Jonghyun

TBC..

Gimana sama ff nya?

Garing? Mian aku baru di sunia ff, itu juga udah semampu aku ikin ff nya

Mian kalau ff nya jelek, dll

Himitsu no ai (Chapter 2)

Title                      : Himitsu no ai (chapter 2)

Author                  : voelle

Length                  : Chapter

Genre                   : Romance, FriendshipImage

Rating                  : PG – 15

Cast                     : Chanyeol Exo-K

Kris Exo-M

Jung Hyekyung (OC)

Kim Hyunyeong (OC)

Lee Chanhyun

Main cast             : SM artist

Exo member

Note                     : Story is mine , don’t bash and plagiator! Sorry for the typo

Krystal dan Jessica terdiam karna permintaan Hyekyung tadi, baru beberapa minggu Hyekyung berada di Korea, dia ingin kembali lagi ke America

“kau yakin Hyekyung? Onnie akan sangat setuju, onnie akan ikut dengan mu” ucap Krystal tiba – tiba

“pletak!” Jessica memukul kepala Krystal

“yak! Krystal! Apa kau lupa suamimu bekerja di cabang perusahaan  dan sebagai CEO di perusahaan tersebut?” ucsp Jessica dengan sedikit emosi

“aish! Aku lupa! Tapi onnie aku ingin ikut”

“sudahlah! Nanti kita bicarakan lagi dengan appa dan omma, ne ?”

Disisilain ada 4 orang yang menguping, setelah pembicaraan selesai, mereka melangkah ke arah taman belakang

“Hyekyung, apa benar kau ingin kembali ke America?”

Yang di panggil melirik ke arah belakang, sedangkan Jessica dan Krystal sudah tau siapa yang datang

“ne appa, hyekyung ingin kembali  ke America dan melanjutkan study disana”

“kau yakin ?”

“ne appa aku yakin”

“tapi kau baru saja beberapa minguu di Korea, apa kau tidak senang di Korea?”

“ani! Hyekyung sangat senang! Hanya saja Hyekyung rindu dengan keadaan America, Hyekyung belum bisa menyesuaikan diri di Korea appa, jadi apa appa mau mengzinkan Hyekyung?”

“okey kalau begitu, nanti appa dan onnie mu krystal yang mengurus segala kepindahan mu, jessica ? yunho ?”

“ne appa ? “ ucap Jessica dan Yunho berbarengan

“kalian appa percaya untuk menjaga Hyekyung di America sana, Yunho kau urus perusahaan disana Jessica kau juga bantu Yunho “

“kenapa tidak aku appa?” ucap Krystal dengan nada yang kecewa, Minho yang melihat istirinya begitu langsung mengusap – ngusap punggung tangan istrinya

“kau ini! Baru beberapa minggu kebelakang kembali ke America, kau juga harus mengerti posisi suamimu disini sudah menjadi CEO”

“tapi kan appa bis-“

“sekali tidak ya tidak bisa! Keputusan appa siapa yang akan menemani Hyekyung di America sudah bulat! “

Pekataan Krystal terpotong oleh Mr. Jung , Krystal meng-pout bibirnya , orang – orang yang melihatnya hanya terkikik geli karna ulah Krystal

“okey appa aku dan Yunho oppa akan menemani Hyekyung selama di America dan mengurus cabang perusahaan” ucap Jessica dengan nada semangat

“okey thank jessie, appa percaya pada kalian”

*kruk..kruk..* anggap aja suara perut keroncongan –v

Semuanya tertuju kearah Hyekyung

“hehehe, mian” ucap Hyekyung sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal

“dasar! Kalau lapar bilang saja! Yasudah ayo kita makan! Lagian tadi omma sudah masak” ucap Mrs.Jung

Mereka semua langsung menuju ruang makan dan makan dengan tenang

-skip-

Hyekyun POV End

Hyunyeong POV

Aku sangat sengan hari ini, apa kalian tahu? Sekarang aku sudah resmi menjadi yeojachingu Kris, tapi mengapa aku jadi memikirkan Chanyeol?

“Bagaimana keadaan Chanyeol? Apa dia baik – baik saja? Ah nan molla” batin Hyunyoung

Drt~drt~

Hyunyeong segera meraih smartphone nya

“yeobseo?”

“Hyunyeong?”

Hyunyeong melihat layar smartphone nya dan menempelkan nya lagi pada telinganya

“ah? Ne Chanyeol?”

“aku ingin bertanya padamu, tapi tolong kau jawab jujur”

“okey! Kau ingin bertanya apa?”

“kau…berpacaran dengan Kris?”

DEG! “Kenapa rasanya sakit ketika Chanyeol berkata seperti itu?” batin Hyunyeong

kenapa kau menanyakan ini Chanyeo?”

“sudah jawab saja! Bukannya kau tadi janji akan menjawab pertanyaan ku dengan jujur?”

“okey! Memang benar aku berpacaran dengan Kris! Wae chanyeol?”

“chukae Hyunyeong! Dari lama aku sudah menduganya!”

“tut..tut..tut..* sambungan telfon diputuskan oleh Chanyeol

Hyunyeong mengernyit heran karena perkataan terakhir Chanyeol sebelum mematikan sambungan telfon tadi, daripada memikirkan hal tadi Hyunyeong memilih mengerjakan tugas nya terlebih dahulu

Hyunyeong POV End

Chanyeol  POV

Sakit sekali rasanya saat mendengarkan penjelasannya, sebenarnya salahku juga yang tidak memeberi tahu Hyunyeong bahwa aku juga mencitainya

“kau harus bisa menghadapi semua ini Chanyeol!” batin Chanyeol menyemangati dirinya sendiri

Chanyeo POV End

Keesokan harinya Hyunyeong dan Kris mengajak Chanyeol dan Hyekyung ke sesuatu tempat yang sudah direncanakan sebelumnya, ya ternyta tempat yang dirahasiakan itu adalah pantai yang sangat indah

“tempat ini yang kalian maksud ?” ucap Hyekyung

“ne Hyekyung, kita akan bersenang – senang” ucap Kris tersenyum lebar “

“not me Kris! Aku akan semakin cemburu dan sedih melihat tingkah kalian berdua yang bermain bersama dan bersamaan! Itu semakin membuat lubang besar dihati ku! Tapi bgaimanapun aku harus kuat menghadapinya bukan semakinrapuh!” batin Hyekyung

“kalian memang akan senang! Tapi aku? Tidak! Aku termakan cemburu oleh tingkah kalian! “ batin Chanyeol

Mereka pun sudah sampai di pantai, Kris keluar telebih dahulu dan membukakan pintu dimana Hyunyeong duduk

“Thank Kris!”

“okey cheonma Chagi!” Kris menarik tangan Hyunyeong untuk keluar dan berlari ke arah pantai, sedangkan Hyekyung dan Chanyeol hanya bisa menahan sakit karena ulah mereka

“Hyekyung?” ucap Chanyeol tiba – tiba membuyarkan lamunan Hyekyung

“ne chanyeol?”

“apa kau sakit melihat mereka seperti itu? Sama seperti yang kurasakan ?”

“da..da..dari..ma..na..mana..kau tahu ?” Hyekyung terperangah oleh ucapan Chanyeol

“saat dairy mu jatuh di kelas, aku tidak sengaja membaca halaman yang kau tulis tentang perasaanmu kepada Kris”

“oh good! Kenapa aku seceroboh ini! Bagaimana kalau ada yang mengetahuinya selain Chanyeol? Pabbo! Hyekyung Pabbo!” batin Hyekyung

“sakit bukan melihat mereka seperti itu ?” ucap Chanyeol liri, Hyekyung hanya mengangguk pertanda mengiyakan perkataan Chanyeol tersebut

“aku tidak akan ada lagi di korea, be carefull ne?” ucap Hyekyung sambil menepuk pundak Chanyeol

“maksudmu? Kau akan pindah?” Chanyeol mengeryit heran, ia tidak mengerti apa maksud dari omongan Hyekyung

“ne! Tepat sekali Chanyeol, aku akan melanjutkan study ku di America”

Chanyeol hanya mengangguk, ia mengerti apa maksud dari perkataan Hyekyung

“tolong jaga Hyunyeong selama aku tidak di Korea”

“aku tidak janji Hyekyung, sepertinya aku juga sama akan pindah”

“tolong Chanyeol kau berjanji satu kali ini saja setelah aku tidak ada di Korea kau jaga Hyunyeong walaupun nantinya kau pindah juga”

“okey Hyekyung aku akan berjanji menjaga Hyunyeong!”

“gomawo Chahyeol” tes..tes.. air mata yang sedari tadi Hyekyung bendung akhirnya keluar dengan mudahnya mebasahi permukaan pipinya

Drt~drt~drt~

Smartphone milik Hyekyung bergetar, Hyekyung segera menganggkatnya

“yeobseo?”

“where are you Hyekyung?”Hyekyung sudah hapal kalau yang menelfonnya adalah onnienya, ya Jessica Jung

“mmm…Aku di pantai, wae onnie?”

“aku akan menjemputmu, tunggu sebentar ne?”

“aku pulang de-“ *plip*

suara sambungan telfon terputus secara sepihak

“aish! Selalu saja seperi ini!”Hyektung menggerutu kesal  karena sikap onnienya yang sering memutuskan telfon secara sepihak

“kau kenapa Hyekyung ?” ucap Chanyeol sambil menepuk pundak Hyekyung

“ah?ne? hanya sedang kesal dengan onnie-ku, dia selalu meng-“

“HYEKYUNG!!!!!”

Ada seseorang yang memanggil Hyekyung, suara tersebut juga sangat familiar di telinga Hyekyung, Hyekyung menoleh kebelakang ternyata Jessica yang memanggilnya, Jessica berjalan ke arah Hyekyng dan Chanyeol

“onnie?”

“let’s go back to home” ucap Jessica sambil menarik tangan Hyekyung

“aish! Onnie selalu saja begini! Lihat teman disebelahku heran karna sikap onnie yang begitu!”ucap Hyekyung ketus karna Hyekyung masih kesal terhadap onnie nya yang satu ini

“aheheh mian, anyeong Jessica imnida, Hyekyung onnie”

“anyeong  Jessica nuna, Chanyeol imnida , sahabt sekaligus teman sekelas Hyekyung”

Chanyeol dan Jessica saling berkenalan dan mereka pun mulai akrab, Hyekyung kesal dengan onnienya bahwa disini tidak hanya ada Chanyeol tapi ada juga dirinya

“hey! Kalian cepat sekali akrab sedaritadi aku diacuhkan dan dianggap seperti patung!” ucap Hyekyung sambil mempout bibirnya

“ah mian Hyekyung, onn-“ ucapan Jessica terhenti ketika melihatHyunyeong dan Kris, tiba – tiba tatapan mata Jessica menjadi tajam, Hyekyung yang melihat perubahan tatapan Jessica khawatir akan terjadi sesuatu

“ayo pulang Hyekyung!” ucap Jessica tidak sedikitpun melirik kearah Hyekyung tatapan nya masih melihat ke arah depan yaitu Hyunyeong dan Kris

“kenapa onnie tiba – tiba mengajak pulang? Bukannya tadi onnie sedang asyik mengobrol dengan Chanyeol?”

“onnie tidak mau kau terluka disini! Ayo pulang! Mereka tidak tahu yang sebenarnya!”

Tes..tes..tes.. air mata Hyekyung kembali keluar

“onnie! Sudah kukatakan jangan membahas hal itu! Aku benci mengingatnya aku muak! “

Hyekyung langsung menyambar tas dan sepatunya , ia langsung berlari kearah mobl Jessca, Hyekyung tidak peduli banyak orang yang melihatnya sekarag

Kris dan Hyunyeong tertegun dengan ucapan Jessica dan Hyekyung, DEG Hyunyeong ingat bahwa Hyekyung juga menyukai Kris, tapi semuanya terlambat dia sudah berpacaran dengan Kris, Hyunyeong merasa bersalah sedangkan Kris heran apa yang dibicarakan

“mianhae Hyekyung mianhae, sahabat macam apa aku ini! Lebih mementingkan ego sendiri” batin Hyunyeong

“Chanyeol ayo ikut nuna! Nuna akan mengantarkan mu sampai rumah! Nuna tau kau sedari tadi melihat mereka bermesraan menahan sakit sama sperti Hyekyung!”

DEG! Hyunyeong makin merasa bersalah karna kejadian ini, ia sangat bersalah karena sudah menyakiti dua sahabatnya sekaligus, sedangkan Kris masih berpikir apa yang terjadi.

Chanyeol kaget karna Jessica tahu kalau ia juga menahan sakit sama seperti Hyekyung tanpa basa – basi Chanyeol langsung berlari ke arah parkiran dimana mobil Jessica berada, tidak lupa Chanyeol membawa sepatu dan tas nya yang tergeletak di pasir

Jessica melangkah mendekati Kris dan Hyunyeong, ia semakin menajamkan matanya

“kalian akan tahu apa jawaban dari kejadian tadi! Kalian juga akan menyesal! Penyesalan selalu datang diakhir!” ucap Jessica geram, lalu berjalan meninggalkan Kris dan Hyunyeong yang tertegun akan ucapan Jessica tersebut

“BRUK!” Hyunyeong terjatuh kepasir dan meneteskan airmatanya

“apa yang diucapkan Jessica onnie benar, aku telah membuat kedua sahabatku sakit hati! Apa yang harus aku lakukan? Oh god please help me!” batin Hyunyeong

“aku ..tahu apa yang terjadi sebenarnya..hiks..hiks..”

Kris semakin dibuat heran “ sebenarnya apa yang terjadi?” batin Hyunyeong

“sahabat macam apa aku ini? Hiks..hiks..aku sudah merebut orang yang dicintainya..hiks..hiks..betapa bodohnya aku..hiks..hiks..mianhae Hyekyung..hiks.pabbo Hyunyeong pabbo!” ucap Hyunyeong seraya memukul kepalanya dan merutuki kesalahannya

Kris tertegun mendengar kalimat yang keluar dari mulut Hyunyeong

“apa yang kau maksud Hyekyung?”

“ne yang ku maksud Hyekyung! Hiks..hiks..seharusnya aku tidak berpacaran denganmu..hiks..hiks” Ucap Hyunyeong yang masih terisak

“ja..jadi..hye..kyung menyukai ku?” ucap Kris terbata

“ne, Hyekyung menyukai mu Kris! Seperti aku yang sama memncintaimu! Betapa bodohnya aku merebut orang yang dicintai oleh sahabatnya sendiri! Hiks..hiks..hiks..” Hyunyeong semakin terisak, Kris langsung memeluknya

“aku bodoh kris aku bodoh..kenapa aku menyakiti sahabatku sendiri? Hiks..hiks..aku bodoh Kris!”

Kris terdiam karena ucapan Hyunyeong, DEG! Kris baru ingat bahwa Chanyeol juga sama menyukai Hyunyeong, Kris sangat menyesal akan kelakuannya, ia merasa bersalah ke Chanyeol

Hyekyung POV

Sakit..ya sakit yang aku rasakan, aku hanya bisa menangis sekencang – kencangnya di dalam mobi tanpa memperdulikan siapa saja yang ada di dalam mobil

“Hyekyung, sudah janagan menangis lagi ne? Kau harus kuat! “ucap Chanyeol tiba – tiba lalu emeluk Hyekyung

“appo Chanyeol appo..hiks..hiks..walaupun aku berusaha kuat tetap saja sakit melihatnya..hiks..hiks..”

“aku juga merasakannya, sama seperti apa yang kau rasakan, aku mencitai Hyunyeong sama seperti kau yang mencitai Kris hanya bertepuk sebelah tangan”

“sangat menyakitkan bila aku mengulang kembali kejadian yang pernah kualami..appo Chanyeol appo” ucap Hyekyung sambil memukul – mukul pundak Chanyeol

Chanyeol mengusap – ngusap rambut Hyekyung dengan lembut, dengan tujuan memberi ketenangan kepada Hyekyung

“onnie! I want to go America now! “ ucap Hyekyung sambil melepaskan pelukan Chanyeol

“but Hyekyung, appa ti-“

“aku ingin sekarang onnie! Now onnie now!”

Ucapan Jessica terpotong oleh Hyekyung,Chanyeol memegang pundak Hyekyung

“kau akan pergi ke America sekarang?”

“ne! Aku akan pergi sekarang, wae Chanyeol?”

“aku ikut denganmu Hyekyung!”

Hyekyung dan Jessica terbelalak mendengar ucapan Chanyeol yang akan ikut ke America, sampai – sampai Jessica memberhentikan mobilnya

“oh my, yang benar saja Chanyeol? Orang tua mu pasti sangat kaget kalau mendengar ucapan mu seperti tadi!”

“tidak, orang tuaku sudah tau apa yang terjadi makannya aku ingin ikut dengan kalian” jelas Chanyeol kepada Jessica yang masih kaget karna ucapan Chanyeol sebelumnya

“really?” sontak Jessica semakin kaget karna penjelasan Chanyeol tadi

“ne! Nuna bantu aku untuk mengemas barang dan meminta izin kepada omma dan appa?” Jessica hanya mengangguk sebagai jawaban iya

“Where youre house, Chanyeol?”

Chanyeol memberi alamat rumahnya kepada Jessica dan mereka pun pergi melesat kerumah Chanyeol

Mereka pun sampai di kediaman Chanyeol

“Benar ini rumah mu ? spertinya aku mengenali rmah ini!” ucap Jessica sambil mengingat – ngingat

“ne! Ini rumahku, wae Jessica nuna?”

“apa kau anak dari Mr.Park dan adik Park Yura ?” ucap Jessica seraya menyelidiki Chanyeol, sedangkan Chanyeol bengong karna tebakan Jessica benar

“ne ne tebakanmu benar nuna! “

“ah sudah lama aku tidak bertemu dengan Yura! Yura adalah teman kuliahku dulu!”

“Jinja? Woaa kalian pasti saling merindukan!”

“maybe, Chanyeol apa Yura sudah menikah?”

“Yura nuna? Yura nuna belum menikah tapi akan, hehe”

“Jessica!” ada seseorang yang memanggil Jessica, Jessica melihat ke arah samping kanannya dan ternyata itu adalah teman kuliahnya dulu yang sangat ia rindukan

“Paek Yura!” Jessica berjalan mendekati Yura

“Yura boggoshippo!” ucap Jessica sambil memeluk Yura, sedangkan Chanyeol dan Hyekyung yang melihatnya hanya tersenyum

“ne! Aku juga sica~ mm..sica”

“ne?” Jessica melepaskan pelukannya

“apa kau tahu Changmin?”

“ne, aku tahu! Bukankah Changmin adalah orang yang kau suka sejak kuliah dahulu?”

“ah kau masih ingat ternyata! Aku dan Changmin oppa akan menikah, datnglah ke pesta pernikahan kami”

“are you sure? Waaa, chukae Yura!”

“yes, i’m sure Sica! Ne gomawo!”

“kau akan mengadakannya dimana?”

“America! Ya America!”

“ah! Kebetulan sekali  aku akan kembali ke America!”

“ah! Ini undangannya! Ah! Ya Sica apa kau sudah memiliki aegi?”

“ya! Apa kau lupa, eoh?”

“hehe, aku hanya bertanya saja Sica” ucap Yura sambil melihatkan deretan giginya

“Ehm..kalian terlalu asik mengobrol sampai kami bosan” ucap Chanyeo yang tiba – tiba berada di samping Yura

“ne! Kami bosan menunggu! Onnie tahukan aku tidak suka menunggu?” Ucap Hyekyung yang tiba – tiba ada di samping Jessica

“ah mianhae Hyekyung, hehe”

-skip-

“appa! Omma!” ucap Chanyeol dan di sambut dengan hangat

“bagaimana dengan sekolahmu?” ucap Mr.Park

“seperti biasa, nothing special. Ah iya omma, appa perkenalkan ini Jessica nuna dan ini Hyekyung sahabat Chanyeol”

“anyeong haseyo” ucap Jessica dan Hyekyung tak lupa membungkuk dengan sopan

“ah, sepertinya aku mengenali Jessica” ucap Mrs.Park

“Ah! Ya Jessica! Teman Yura! Bagaimana kabarmu Jessica?”

“ah! Ternyata ahjumma masih mengingatku! baik, bagaimana dengan ahjumma?”

“tentu saja kau dan Yura berteman dari kecil, ahjumma juga baik!”

“kau Jessica anak Jung Corporation?” ucap Mr.Park yang masih belum mengingat Jessica

“ne, Mr.Park”

“hampir saja aku tidak mengenalimu! Kau sangat berbeda saat masih kecil dan sekarang aku masih mengingatnya”

“aish! Ahjussi selalu melebih – lebihkam”

“aoa yang disampingmu adalah adikmu?”

“ne! Bukankah Hyekyung pernah berkunjung kesini saat umurnya 3 tahun?”

“ah! Aku ingat! Hyekyung apa kau masih mengingatku?”

“ne ahjussi aku masih ingat”

“Jadi, Jessica nuna adalah teman dari kecil Yura nuna sampai sekarang? Dan Hyekyung adalah temanku ketika umur 3 tahun?” ucap Chanyeol yang sedari tadi bingung apa yang dibicarakan oleh mereka

“ne! Kau benar Chanyeol! Apa kau lupa?” ucap Mrs.Park

“ahehehe” ucap Chanyeol sambil memperlihatkan deretan giginya

“ada apa datang kemari Jessie? Apa ada sesuatu yang penting?” ucap Mr.Park , Jessica bingung untuk mengatakan tujuannya kemari untuk apa

“appa, Chanyeol ingin ke America untuk melanjutkan study dengan Hyekyung dan Jessica nuna,  apa appa akan mengizinkan Chanyeol?” Jessica dan Hyekyung hanya melongo karena ucapan Chanyeol yang ,engalir begitu saja

“America? Bukankah itu keinginanmu sedari kecil Chanyeol? Tapi kau malah memilih Seoul ketika appa menanyakan kau akan melanjutkan study kemana”

“ne appa itu memang kemauanku sejak kecil tapi aku malah memilih Seoul hanya dengan alasan tidak mau jauh dari keluarga! Tapi sekarang aku ingin mulai mandiri dengan melanjutkan study di America dengan Hyekyung, jadi apa appa mengizinkannya?”

“tentu saja appa mengizinkannya! Itu cita – cita mu sedari kecil! Appa akan selalu mendukungmu di dalam hal yang positive!”

“gomawo appa, omma apa kau mengizinkanku untuk ke America?”

“tentu omma akan mengizinkannya, asalkan anak omma mengerjakan sesuata yang positive omma akan mengizinkannya”

“gomawo appa omma “ Chanyeol langsung memeluk kedua orangtuanya

“Chanyeol, kau yakin akan ke America sepertinya nuna akan merindukan dongsaeng nuna satu ini” ucap Yura yang ikut memeluk kedua orangtuanya dan adik nya

“ne, nuna! Aku juga akan merindukan nuna dan yang lainnya!”

Mereka semakin tenggelam dalam suasan tersebut, sedangkan Hyekyung sedang memikirkan sesuatu

“apa aku akan bisa melupakan semuanya? Fighting Hyekyung!” batin Hyekyung

Hyekyung POV end

TBC..

Hallo! Gimana ceritanya nyambung? Apa dapet feel nya?

Mianhae kalau kalian engga dapet feel nya sama ceritanya gk nyambung

Please Comment and Like ^^ Sorry for the typo

Himitsu no ai (Chapter 1)

Title                      : Himitsu no ai ( chapter 1 )

Author                  : voelle

Length                  : Chapter

Genre                   : Romance, Friendship

Rating                  : PG – 15

Cast                     : Chanyeol Exo-K

Kris Exo-M

Jung Hyekyung (OC)

Kim Hyunyeong (OC)

Lee Chanhyun

Main cast             : SM artist

Exo member

Note                     : Story is mine , don’t bash and plagiator! Sorry for the typo

Seorang wanita cantik dengan tubuh ideal , memiliki otak cerdas , rambut coklatnya yang di biarkan tergerai , dan mata coklatnya yang tajam , ya dia adalah Jung Hyekyunganak dari pengusaha skses Jung Corperation dan memiliki dua kaka perempuan yang tak kalah cantik , Hyekyung tidak sendirian ternyata dia bersama sahabatnya yang bernama Kim Hyunyeong , Hyunyeong hari ini sangat lucu karna rambutnya yang ia ikat ke pinggir dan mata bulatnya membuat Hyunyeong semakin lucu. Selama mereka berjalan banyak orang yang memerhatikan dan berbisik – bisik

“ mereka murid baru ? “ ucap salah seorang siswa

“ waa~ mereka cantik dan lucu “ ucap salah seorang siswa yang lain

“ Hyekyung-a mengapa mereka memerhatikan kita ?”

“ molla , sudah biar kan saja “

Mereka melanjutkan perjalanannya tanpa menghiraukan omongan orang –  orang di sekitarnya

XI – IPA 3

“ kriettt” *anggap aja suara pintu kebuka ._.

Seketika keadaan kelas menjadi sangat tenang  ,karena Changmin Songsaengnim masuk

“ Anyeonghaseyo songsaengnim~” kor semua murid

“ ne , anyeong! Kalian kedatangan 2 orang murid baru bersikaplah denga baik, silahkan masuk “

Hyekyung dan Hyunyoung pun masuk

“ silahkan perkenalkan diri kalian masing – masing “ ucap Changmin Songsaengnim

“Anyeonghaseyo, Jung Hyekyung imnida , saya pindahan dari California , mohon bantuannya dan maaf bahasa korea saya kurang fasih saya masih dalam proses belajar “

“ oh pantas saja aksen bahasa korea mu aneh “ ucap salah seorang murid , Hyekyung tidak membalasnya memilih untuk diam

“ Anyeonghaseyo, Kim Hyunyeong imnida , saya pindahan dari America , mohon bantuannya “

“ bahasa korea yang fasih padahal kau dari America “

“ gomawo , ibu saya orang korea jadi saya bisa fasih berbicara bahasa korea”

“silahkan duduk” ucap Changmin Songsaengnim sambil menunjuk bangku yang kosong

Hyekyung sangat tidak rela karena tidak duduk berdekatan dengan Hyunyeong malah dengan namja jangkung yang menatapnya tajam, sedangkan Hyunyeong duduk di sebelah namja jangkung yang sedaritadi tersenyum kearahnya

Hyekyung dan Hyunyeong pun duduk , Changmin Songsengnim mulai mengajar pelajaran Sejarah , Chanyeol sedari tadi memerhatikan Hyunyeong , Chanyheol cinta pada pandangan pertama yaitu Hyunyeong , tidak tahu bagaimana Chanyeol bisa jatuh cinta pada Hyunyeong padahal banyak yeoja di luar sana yang menyukai Chanyeol tapi di tolak begitu saja , Hyunyeong yang merasa ada yang memerhatikannya langsung saja melirik ke samping dan ternyata benar ada yang memerhatikannya

“ehem..” deham Hyunyeong kecil , Chanyeol langsung gelagapan karna ketahuan Hyunyeong sedari tadi melihatnya

“ mianhae “

“ tidak apa – apa , mm.. siapa namamu ? “

“Park Chanyeol imnida , panggil saja Chanyeol “ ucap chanyeol dengan senyum manis nya

“ oh, Kim Hyunyeong imnida , mohon bantuannya “ ucap hyunyeong denga membalas senyum Chanyeol tidak kalah manis nya

“ boleh kita berteman ? “ ucap Chanyeol ragu

“Of corse Chanyeol “ Chanyeol tersenyum sangat bahagia karna mendengar jawaban Hyunyeong

Chanyeol dan Hyunyeong pun menjadi dekat karna perkenalan tadi , sedangkan Hyekyung dia sama sekali tidak menyapa namja jangkung di sebelahnya , ya karena mereka berdua mempunyai sifat yang seperti es sangat susah untuk dekat dengan seseorang makannya atmosfer diantara keduanya sangat dingin. Sebenarnya ada seorang namja yang cemburu melihat kedekatan Hyunyeong dan Chanyeol , karena namja itu juga sama mencintai Hyunyeong pada pandangan pertama, dan namja itu hanya bisa menahan kecemburuannya

*tetttttttt*anggap aja suara bel bunyi ._.

Bel istirahat pun berbunyi , murid – murid segera berlarian keluar kelas untuk mengisi perutnya

“hyunyeong-a ayo kita ke kantin, aku lapar hehehe “ucap hyekyung, yang tiba – tiba ada di sebelah Hyunyeong

“aish! Kau mengangetkanku saja! “ ucap Hyunyeong kesal

“ hehehe mian , ayo kita ke kantin aku lapar “

“mm..Ayo, Chanyeol kau mau ikut ?” ucap Hyunyeong mengajak Chanyeo, sedangkan Hyekyung hanya menatap aneh karna Hyunyeong yang terlihat akrab dengan teman sekelas nya padahl mereka baru pindah

“mian, aku bersamana Kris , lain kali kita bersama – sama makan di kantin”ucap Chanyeol kecewa karna tidak bisa ke kantin bersama dengan Hyunyeong

“oh okey, kalau begitu aku dan hyekyung ke kantin dulu ne? Anyeong! “ ucap hyunyeong  sambil berjalan keluar kelas

Hyekyung POV

“ Hyunyeong kau pilih dulu tempat duduk , aku akan memesan makanan “

“ ne , hati – hati hyekyung “

Hyekyung pergi meninggalkan Hyunyeong , tidak sampai 10 menit pesanan sudah siap, Hyekyung membawa nya, dia mencari – cari sosok Hyunyeong untungnya Hyunyeong mengerti dia melambaikan tangannya kepada Hyekyung, Hyekyung berjalan ke arah Hyunyeong

“Okey pesenan sudah datang , ayo makan!” seru Hyekyung sambil mengambil posisi duduknya

“Ne, Selamat  makan!” sahut Hyunyeong

Mereka pun ralut dalam makan siang, setelah selesai makan mereka bersantai – santai dulu di kantin sebelum bel masuk berbunyi

“Hyunyeong, kau sanagat mudah mendapatkan teman, ne ? sedangkan aku tidak ” ucap Hyekyung tiba – tiba

“ubahlah sifatmu yang dingin terhadap orang baru, pasti kau juga sama sepertiku mudah mendapatkan teman “

“ah ani, aku takut! Kau tau sendiri kan bagaimana cerita masa lalu ku ?”

“ ne , tapi ubahlah sedikit sikap mu itu”

“sudahlah, mm.. Hyunyeong kau menyukai Chanyeol ? sampai – sampai aku di lupakan , kau sibuk mengobrol dengan Chanyeol, sedangkan aku bagaikan ada di kutub “

“heh?kutub? mianhae Hyekyung, aku tidak menyukai Chanyeol”

“aku dan namja yang di sebelah ku sama – sama bersifat dingin makannya atmosfer diantara kami seperti di kutub! Lalu kalau kau tidak menyukainya , mengapa kau sangat dekat ?”

“kau ada – ada saja hyekyung, aku hanya berteman dengan Chanyeol, apa kau menyukainya ? “ ucap Hyunyeong menggoda Hyekyung

“ani , aku tidak meyukai nya! Aku tidak mau ji-“

“hey! Boleh kami duduk disini ? tidak ada tempat yang kosong  hanya disini yang tersisa” ucap seseorang yang hampir saja Hyunyeong akan menyemburkan minumannya karna kaget , Hyunyeong mendongakkan kepalamya

“Ah ternyata kau Chanyeol, silahkan duduk! “ ucap Hyunyeong

Chanyeol segera duduk di dekat Hyunyeong, sedangkan Kris dengan malas duduk di sebelah Hyekyung

Chanyeol dan Hyunyeong larut dalam percakapan, sedangkan Hyekyung dan Kris hanya diam hingga akhirnya Chanyeol dan Hyunyeong sadar dengan adanya atmosfer di kedua temannya

“hey! What’s your name?” ucap Chanyeol tiba – tiba agar atmosfer yang ada di antara kris dan hyekyung berubah

“ah?me?” ucap hyekyung sambil menatap Chanyeol kikuk

“ya! Siapa lagi kalau bukan kau! Aku memang belum mengenalmu kecuali Hyunyeong dan Kris”

“okay! My name’Jung Hyekyung”

“oh Hyekyung , ah aku lupa tidak memperkenalkan sahabat ku pada kalian, hyekyung yang di sebelahmu itu adalah Wu Fan kalian bisa memanggilnya Kris”

“ne, aku sudah tau sejak tadi di kelas” ucap Hyekyung ketus

“okey, thank Chanyeol sudah mengenalkan kris pada kami” ucap Hyunyeong

2 minggu berlalu mereka semakin dekat, banyak yeoja maupun namja yang cemburu, sampai tidak merasa diantara mereka ada yang mempunyai perasaan khusus, tanpa di ketahui Hyekyung dan Hyunyeong menyimpan perasaan kepada orang yang sama, ketika mereka di kantin Hyekyung membuka pembicaraan terlebih dahulu

“hyunyeong, apa boleh aku bercerita tentang perasaan ku ? aku tidak tahu lagi harus bercerita kepada siapa, aku saat ini sangat membutuhkan orang nya memberiku saran atau menyemangatiku, kekeke” ucap Hyekyung sambil terkikik

“mm… boleh saja, ayo ceritakan siapa namja yang beruntung?”

“aku sebernanya menyukai…Kris” ucap Hyekyung sangat pelan dan hanya bisa di dengar oleh Hyunyeong

DEG! Hyunyeong merasakan nyeri di dadanya seperti ada batu besar yang meninjunya dengan sekali pukulan

“jinja kau menyukai kris ? “

“ ne aku menyukainya! Ah sudalah jangan bahas itu lagi , kita lanjutkan makan sebelum bel masuk bunyi”

Hyekyung melanjutkan makanannya tidak dengan Hyunyeong yang masih bergelut dengan pikirannya

“apa iya aku harus jujur bahwa aku juga menyukai kris? Ah tidak – tidak! “ batin Hyekyung

Hyunyeong sadar bahwa Hyunyeong sedaritadi tidak makan

“Hyunyeong!” ucap Hyekyung dan membuat Hyunyeong sadar dari lamunannya

“apa yang kau pikirkan,eoh?”

“ah ani , aku tidak memikirkan apa – apa”

“lalu kenapa kau tidak makan? Bek masuk sebentar lagi masuk!”

“jinja? Ah aku harus cepat – cepat menghabiskannya”

“selalu saja kau begitu”

-skip=

Keadaan di kelas sangat serius, tidak ada satupun siswa yang bermain – main mereka semua memperhatikan guru yang sedang mengajar dengan serius dan fokus, tiba – tiba saja ada lemparan kertas di meja Hyunyeong, Hyunyeong pun membukanya

Hyunyeong –a sepulang sekolah ku tunggu di taman belakan sekolah ne? Ada yang ingin aku sampaikan

From: Kris

Hyunyeong mengeryit heran

“apa yang akan kris sampaikan? “ batin Hyunyeong

Bel pulang berbunyi, Hyunyeong teringat akan kata – kata Kris di dalam surat tadi , dengan cepat Hyunyeong mengemasi buku – buku dan peralatan sekolahnya dan segera pergi kearah taman belakang sekolah, dan benar saja Kris sudah ada disana

“Kris!hosh..hosh..” ucap Hyunyeong sambil mengatur nafasnya yang tadi sempat berlari

Kris mendekat ke arah Hyunyeong

“Kau berlari kesini Hyunyeong?”

“ne, hampir saja aku lupa”

“jeongmal?”

“ah sudahlah! Sekarang kau ingin mengatakan apa ?”

“mm..hyunyeong..se..sebenarnya..aku..aku..ingin bilang.. Saranghae Kim Hyunyeong!”

Hyunyeong dism karna ucapan Kris tadi, hatinya sangat senang bahwa Kris mencintainya juga

“Hyunyeong mengapa kau diam? Main aku lancang seperti tadi, tapi aku memang serius mencintaimu, sarnghae! Aku akan menerima apapun jawabanmu”

Hyunyeong langsung memeluk Kris, Hyunyeong terisak dipelukan Kris

“kenapa kau menangis?” ucap Kris sambil membalas pelukan Hyunyeong

“nado saranghae Kris..hiks..hiks..”  kris langsung mengeratkan pelukannya

“gomawo Hyunyeong “

Kris semakin mempererat pelukannya, sebenernya ada yang menahan sakit dan tangis dibalik pohon, ya dia sangat sakit melihat kejadian tersebut dan akhirnya orang tersebut berlari kearah parkiran dan melajukan mobilnya di atas rata – rata

Hyekyung POV

*flashback*

Hyekyung merasa aneh dengan Hyunyeong yang pergi meninggalkannya padahal mereka berdua akan pulang bersama, dengan perasaan yang khawatir dan aneh dengan kelakuan Hyunyeong, Hyekyung mengikutinya dari belakang dengan jarak yang cukup jauh, Hyekyung bersembunyi di belakang pohon besar di taman belakang sekolah sehinggatidak akan ada yang mengetahuinya, Hyekyung mendengar percakapan mereka dengan baik

“Kris!hosh..hosh..” ucap Hyunyeong sambil mengatur nafasnya yang tadi sempat berlari

Kris mendekat ke arah Hyunyeong

“Kau berlari kesini Hyunyeong?”

“ne, hampir saja aku lupa”

“jeongmal?”

“ah sudahlah! Sekarang kau ingin mengatakan apa ?”

“mm..hyunyeong..se..sebenarnya..aku..aku..ingin bilang.. Saranghae Kim Hyunyeong!”

DEG! Hyekyung yang mendengar perkataan cinta Kris kepada Hyunyeong, merasakan nyeri di dadanya, Hyekyung menahan tangisnya dan mendengarkan percakapan mereka lagi

“apa mereka akan menjadi sepasang kekasih? Mengapa Hyunyeong diam?” batin Hyekyung

“Hyunyeong mengapa kau diam? Main aku lancang seperti tadi, tapi aku memang serius mencintaimu, sarnghae! Aku akan menerima apapun jawabanmu”

Dada Hyekyung semakin sakit mendengar penuturan kata Kris

Hyunyeong langsung memeluk Kris, Hyunyeong terisak dipelukan Kris

“kenapa kau menangis?” ucap Kris sambil membalas pelukan Hyunyeong

“nado saranghae Kris..hiks..hiks..”  kris langsung mengeratkan pelukannya

“gomawo Hyunyeong “

*flashback end*

Sakit sekali rasanya saat tahu mereka saling mencintai dan sekarang menjadi sepasang keaksih, Hyekyung membenamkan kepalanya di bantal dan menangis semakin mejadi, panggilan Mrs.Jung pun tidak di hiraukannya, dia sangat sakit karna melihat kejadian di taman belakang sekolah tadi, Mr. Jung sangat khawatir dengan keadaan putri bungsunya, sehingga ia membawa kunci cadangan untuk membuka kamar Hyekyung

*cklek* pintu kamar Hyekyungterbuka, Mr.Jung masuk ia kaget saat melihat kamar Hyekyung yang berantakan dan matanya langsung tertuju ke arah Hyekyung yang sedang menangis, ketika Mr.Jung akan melangkah mendekati Hyekyung ada sebuah tangan yang mencegahnya. Ya dia adalah Jung Jessica anak sulung dari keluarga Jung yang merupakan kakak dari Hyekyung

“omma, biar aku saja, kau istirahat lah kau terlihat lemas akhir – akhir ini”

“ah! jessie kau membuat omma kaget! Okey omma percaya kau bisa membuat adikmu ceria lagi” Mrs.Jung pun pergi meninggalkan kamar Hyekyung dan menutup intu kamar Hyekyung, sekarang di ruangan tersebut hanya ada Jessica dan Hyekyung, Jessica mendekati Hyekyung lalu membelai rambut Hyekyung dengan lembut dan penuh kasih sayang

“onnie?” ucap Hyekyung tiba – tiba, Hyekyung langsung memeluk Jessica

“onnie~ hiks..hiks..” ucap Hyekyung dengan terisak

“tell me your problem Jung Hyekyung” ucap Jessica dan masih tetap membelai rambut Hyekyung seperti tadi

Akhirnya Hyekyung menceritakan semuanya, Jessica mengerti bahwa adiknya sedang patah hati

“listen! Kau harus kuat Jung Hyekyung, masih banyak orang yang mencintaimu! Jangan menjadi lemah seperti ini! Onnie tidak suka kalau dongsaeng onnie yang ceria menjadi sedih seperti ini!”

“ne onnie~ tapi akan sangat sakit bila melihat mereka”

“hey! Kemana Jung Hyekyung yang dulu onnie kenal? Kemana Jung Hyekyung yang ceria dan selalu tegar menghadapi apapun? Jangan lemah seperti ini Jung Hyekyung! Onnie akan sangat sedih jika kau terus menerus seperti ini bukan hanya onnie saja yang sedih mungkin appa dan omma juga akan merasa sedih melihat mu seperti ini! Ayo kau pasti bisa! Fighting!! “ ucap jessica sambil mengeplakan tangganya untuk menyemangati Hyekyung, Hyekyung tertawa akan kelakuaan kakak nya ini

“ ne onnie gomawo” ucap Hyekyung sambil memeluk Jessica dengan erat

“uhuk..aku butuh oxygen Hyekyung! Kau mau membuat onnie mu ini mati,eoh?”

“aish! Onnie itu tidak lucu”

“hehehe mian, ayo kita kebawah semuanya sudah menunggu untuk makan malam”

“ne! Kajja!”

Jessica tersenyum senang karna Hyekyung sudah kembali ceria, mereka pun berjalan kearah ruang makan

“ommaaaaaaaaa” ucap Hyekyung sambil berlari kearah Mrs.Jung yang sedang menyiapkan makanan lalu memeluknya

“omygood Hyekyung, untung saja tidak ada yang jatuh atau tumpah, bagaimana kalau ada yang jatuh maupun tumpah?”

“hehehe mian omma” ucap Hyekyung sambil melepaskan pelukannya

“aigo, anak omma sudah kembali ceria lagi ne?”ucap Mrs.Jung dengan nada menggoda

“aish! Omma!”

Tiba – tiba bibi Chan menghampiri mereka

“nyonya di depan ada tamu yang ingin bertemu dengan nona Hyekyung”

“gomawo bibi chan, bibi chan boleh bekerja kembali”

Bibi chan pun pergi meninggalkan ruang makan

“cepat datangi tamunya Hyekyung, kasihan kalau mereka menunggu lama – lama”

“ah omma, padahal aku masih ingin dengan omma”

“bisa lain waktu, lagi pula omma juga sedang sibuk menyiapkan makan malam”

“aish! Omma selalu saja begitu”

“cepat kau datangi atau omma tidak akan mau kau peluk”

“omma! Ya ya ya aku pergi”

Hyekyung pun pegi ke arah ruang tamu ‘DEG’ ternyata yang datang adalah Hyunyeong dan Kris

“ayo hyekyung kau haru kuat! Jangan terlihat lemah!”batin Hyekyung menyemangati dirinyqa sendiri

“mian sudah menunggu lama, tadi aku sedang sibuk” ucap Hyekyung dengan tersenyum terpaksa

“mian kami jadi mengganggumu” ucap Hyunyeong

“ani, apa yang ingin kalian bicarakan?”

“sebelum kita membicarakannya,kenapa tadi di sekolah kau meninggalkan ku ? aku mencari – cari mu kemana- mana, untung saja ada Kris, betulkan Kris?”

“mencariku?aku yang mencarimu sampai mengikutimu dari belakang”batin Hyekyung

“ne! Hyunyeong benar” ucap kris tersenyum tulus

“mian Hyunyeong tadi aku meninggalkan mu, tiba – tiba saja Jessica onnie menyuruhku pulang, mian tidak mengajak mu dan gomawo Kris kau sudah mengantarkan Hyunyeong dan membantu mencari ku “

“ itu sudah menjadi kewajiban ku sebagai namjachingunya” ucap Kris dengan senyum manis nya

Sakit rasanya saat Kris mengatakan hal tadi, tetapi Hyekyung harus kuat

“kalian sepasang kekasih? Chukae ne! Aku turut berbahagia! “ Hyekyung menahan tangis saat mengatakan hal tersebut untung nya Kris dan Hyunyeong tidak menyadarinya

“apa ada yang ingin kalian katakan lagi?”

“oh ya, besok kau harus ikut bersama kami ne?”

“mm..where?”

“rahasia, hanya kami yang tahu” ucap Hyunyeong dan disusul anggukan dari Kris

“aish! Kalian selalu membuatku penasaran!”

“tetap saja kau harus ikut, besok akan sangat senang, kau ikut kan? ‘ ucap Hyunyeong memelas dengan memamerkan puppy eyes-nya

“aish! Okey aku tidak bisa menolak jika ada orang yang memberiku puppy eyes, besok aku akan ikut dengan kalian”

“kalau begitu kami pulang dulu ne?”

“tapi aku tidak  bisa mengantar kalian ke depan, kalian di antar saja oleh bibi Chan ne ?”

“tidak usah kami bisa sendiri, pai pai Hyekyung”

“ ne pai pai”

Hyekyung segera berlari ke arah taman belakang, Krystal yang melihat Hyekyung seperti tadi merasa aneh dan Krystal memutuskan untuk menyusul Hyekyung, sesampainya Krystal di taman, dia melihat Hyekyung menangis, Krystal berlari kecil mendekati Hyekyung dan langsung memeluknya dari belakang

“Hyekyung, tell me your proble ne? Berhenti menangis, onnie sangat sedih melihat dongsaeng kesayangan onnie menangis, come on tell me your problem” ucap Krystal sambil duduk di sebelah Hyekyung

“onnie..hiks..hiks..apa aku salah menyukai seseorang?”

“ani kau tidak salah”

“tapi mengapa orang yang aku sukai selalu menyukai sahabatku sendiri..hiks..hiks..hiks..di sini sakit onnie” ucap Hyekyung sambil memukul dadanya

“mungkin suatu saat nanti kau mendapatkannya, kau tidak berbeda jauh dengan onnie dan Krystal” Jessica tiba – tiba saja ada di sebelah kanan Hyekyung

“ne! Benar apa kata Jessica onnie”

“onnie sakit sekali melihat mereka, apa boleh aku ke america dan melanjutkan study lagi di sana?”

TBC

Gimana ff nya garing? Jelek?

Judulnya gak nyambung kan sama ceritanya? Hehe, maaf aku gak tau harus ngasih judul apaan, keke

Hehehe, mian kalau ff nya garing dan gk dapet fell nya , aku masih baru di dunia ff

I’m sorry

Main Cast :

  Byun Baekhyun

– Park Chanyeol

Genre : Sad,Drama

Author : @Baekyoungie (on twitter)

Note : Don’t copy this fanfic

.

.

.

.

 “Hai chanyeol!!” sapa baekhyun, chanyeol hanya melirik baekhyun sekilas lalu kembali berjalan. Baekhyun mempertahankan senyumnya “Chanyeol, apa kau sudah sarapan tadi?” Tanya baekhyun, chanyeol tak merespon sama sekali “Ah sepertinya sudah ya” ujar baekhyun. Chanyeol berjalan masuk ke kelasnya diikuti teriakan gadis-gadis, baekhyun tetap berdiri di tempat nya sambil tersenyum tulus kearah chanyeol lalu kembali ke kelasnya.

 “Chanyeol!” panggil baekhyun, chanyeol hanya melirik baekhyun dengan tatapan dingin nya “Chanyeol aku membawakan kotak bekal untuk mu” ujar baekhyun “sudah kubilang jangan bawakan lagi” bisik chanyeol dingin “ta-tapi aku membuat ini khusus untukmu” lirih baekhyun “aku tak peduli” ujar chanyeol lalu pergi meninggalkan baekhyun. Baekhyun hanya tersenyum simpul sambil menahan air mata nya.

 Baekhyun berjalan di sekitar kelas chanyeol, menunggu chanyeol keluar dari kelasnya. “Chanyeol!!” panggil baekhyun saat melihat chanyeol keluar, chanyeol melirik sekilas baekhyun lalu kembali melangkah “chanyeol tunggu!” ujar baekhyun sambil menahan tangan chanyeol “jangan sentuh aku” desis chanyeol “maaf” ujar baekhyun sambil melepaskan tangan nya “untuk apa kau menahan ku?” Tanya chanyeol dingin “ah, aku punya sesuatu untuk mu” ujar baekhyun sambil mengambil sesuatu dari tas nya “ini” ujar baekhyun sambil menyodorkan sebuah kertas kecil “apa?” Tanya chanyeol “kau akan tau sendiri” ujar nya sambil tersenyum ceria, chanyeol langsung melangkahkan kaki nya meninggalkan baekhyun.

 Baekhyun berjalan kecil di sekitar taman sekolah, baekhyun ingin menikmati udara segar disini. Baekhyun tersenyum kecil saat melihat chanyeol “yeol” panggil baekhyun, chanyeol memalingkan wajahnya “kau tidak pulang?” Tanya baekhyun “tidak ada urusan denganmu” jawab chanyeol dingin, baekhyun tersenyum simpul mendengar respon chanyeol “hanya bertanya” ujar baekhyun , baekhyun mulai bersenandung kecil

 

Deutgo innayo nae maeumeul?

Bogo innayo nae nunmureul?

I sesange hana oroji dan hana..

Nan neoyeoyaman haneunde..

Wae jakku naegeseo domangchinayo?

 Baekhyun mulai menjatuhkan air matanya, chanyeol hanya diam lalu melangkah kan kakinya, tapi ia berhenti “baekhyun..” “jauhi aku” desisnya lalu pergi meninggalkan baekhyun yang terisak.

 Baekhyun melangkahkan kaki nya menuju kelas chanyeol, ia tetap seperti biasa, ceria dan ramah. “chanyeol” panggil nya, namun tidak di respon sama sekali “chanyeol” panggil nya sekali lagi, tetap tidak di respon “bisakah kau menerimaku untuk berada di kehidupan mu? Disini sakit” bisik baekhyun lalu meninggalkan kelas chanyeol.

 “chanyeol bisakah kau tetap disitu?” ujar baekhyun, chanyeol hanya diam lalu melirik baekhyun “kau mau apa?” Tanya nya dingin “menceritakan sesuatu” jawab baekhyun “aku ti-“ “kumohon” potong baekhyun, chanyeol hanya diam lalu duduk di kursi taman. Baekhyun berjalan kecil menuju tempat kosong di samping chanyeol, setelah duduk ia mulai membuka mulutnya “chanyeol, apa kau tahu bagaimana rasanya dibenci oleh orang yang kau cintai?” “….” “rasanya sakit sekali, setiap kau memberikan perhatian lebih padanya tapi hanya dibalas oleh ucapan yang dingin dari mulutnya. Rasanya perih disini” ujar baekhyun sambil meremas dadanya “tapi ada satu yang membuat semua orang bertahan meskipun orang yang dicintainya membenci mereka. Yaitu, cinta.” Ujar baekhyun sambil tersenyum “tidak peduli kau di caci maki, asalkan ada cinta. Cinta yang membuat kuat, cinta yang membuat mereka tetap berdiri disamping orang yang dicintainya” “…” “termasuk… aku.” Ujar baekhyun pelan “aku mencintai seseorang, walaupun dia bersikap dingin padaku” ujar baekhyun “tapi entah kenapa, dia selalu menghindariku, entah kenapa dia sangat susah untuk ku gapai” ujar baekhyun sambil menahan tangis nya “Dia seolah dekat dan aku dapat menangkapnya, tapi ketika aku coba dia menjauh seperti angin” lanjutnya “Aku tau. Dia tidak mencintaiku. Cinta ini konyol” ujar nya sambil terkekeh di tengah tangisannya “tapi entah kenapa, aku tidak bisa menghilangkan rasa ini. Rasa ini sudah tertanam di hatiku sepenuhnya” ujarnya “dan, chanyeol” ujarnya, chanyeol melirik baekhyun sekilas “bisakah…” baekhyun menghela nafasnya “bisakah kau menerima ku untuk berada di kehidupan mu? Disini sakit” ujarnya, chanyeol hanya diam lalu bangkit dari tempatnya “baekhyun” “aku tidak bisa” “dan bisakah kau menghilang dari kehidupan ku selamanya?” desis chanyeol lalu melangkahkan kaki nya pergi meninggalkan baekhyun.

 Chanyeol berjalan di sekitar sungai han, ia berhenti ketika melihat baekhyun yang terdiam. Merasa di perhatikan, baekhyun melirik chanyeol lalu tersenyum “chanyeol bisakah kau kesini?” Tanya nya, chanyeol hanya diam lalu berjalan ke dekat baekhyun. “chanyeol” ujar baekhyun “aku akan mengabulkan permintaan mu” lanjut nya “maksudmu?” Tanya chanyeol, baekhyun tersenyum simpul “aku, aku akan menghilang dari kehidupan mu selamanya” “…” baekhyun tersenyum miris, lalu mengambil daun kering di dekat nya “aku akan menghilang seperti..” baekhyun meremas daun itu hingga hancur lalu ia membuka genggaman nya hingga daun-daun itu tertiup angin dan hilang “aku akan menghilang seperti daun yang tertiup angin. Aku akan menghilang dari kehidupan mu chanyeol” lanjutnya sambil menahan air matanya “…” “maaf telah lancang memasuki kehidupan mu, maaf telah lancang untuk mencintaimu. Maafkan aku” ujarnya sambil mengeluarkan air mata “bisakah kau memelukku sekali saja?” Tanya nya, chanyeol mengangguk lalu memeluk baekhyun selama beberapa menit. “chanyeol” “hm?” “bisakah kau mengucapkan salam terakhir padaku?” Tanya baekhyun “selamat tinggal” bisik chanyeol “jangan lupakan aku, meski kau tidak pernah mencintaiku” ujar baekhyun “…” “aku mencintaimu” ujar baekhyun “maafkan aku” ujar baekhyun lalu bangkit dari duduknya dan meninggalkan chanyeol yang terpaku di tempatnya.

 Pagi hari nya semua siswa terlihat berduka, chanyeol memandang sekelilingnya bingung, ia melihat luhan yang terlihat sangat berduka “luhan” panggil chanyeol, luhan melirik chanyeol lalu tersenyum miris “ada apa?” Tanya chanyeol “baekhyun, chanyeol..” ujar luhan “ada apa dengan baekhyun?” Tanya chanyeol “dia.. dia meninggal kemarin malam” “…” “chanyeol?” “kau serius?” Tanya chanyeol “ya” jawab luhan, chanyeol teringat perkataan baekhyun tadi malam

“aku akan menghilang seperti daun yang tertiup angin. Aku akan menghilang dari kehidupan mu chanyeol”

Chanyeol lalu mencari sesuatu di tas nya, terdapat kotak dan surat pemberian baekhyun yang sama sekali belum ia baca. Ia membuka surat pemberian baekhyun perlahan.

 

 Dear chanyeol

Maafkan aku yang selalu mengganggu kehidupan mu. Maafkan aku yang selalu berada dalam kehidupan mu tanpa seijin mu. Maafkan aku atas segala yang telah aku lakukan.

Aku berjanji akan meninggalkan kehidupan mu selamanya. Aku berjanji akan membiarkan mu tenang tanpa aku.

Tidak akan ada lagi orang yang akan menyapa mu setiap pagi.

Tidak akan ada lagi orang yang selalu memberikan mu kotak bekal makan siang

Tidak akan ada lagi orang yang menahan mu ketika kau ingin pulang..

Aku akan pergi selamanya chanyeol..

Seperti daun yang terbawa angin, aku akan menghilang dari kehidupan mu..

Aku mencintaimu.

Selamat tinggal..

 

Byun Baekhyun

 

 “Maafkan aku baekhyun” bisik chanyeol.

.

.

.

Chanyeol duduk di pinggir makam baekhyun, ia menatap gundukan tanah milik baekhyun. “baekhyun” “maafkan aku” “aku terlambat menyadari bahwa kau berarti bagi kehidupan ku” “aku janji kita pasti bertemu lagi..” “disurga nanti..”

.

.

Quotes :

 Sadari arti kehadiran orang lain dalam kehidupanmu, sebelum kau terlambat menyadarinya.

 

END

The Conjuring Soul (chapter 1)

The Conjuring Soul (chapter 1)

Author : voelle

Cast : Exo Member

Xi Jiamin a. s Savo (OC)

Kim Hyerin(OC)

Park HyeKyung(OC)

Main cast : SM Staff

Genre : Mix

Rating : T+

Note : Semua cast punya keluarga nya author cuman pinjem buat sementara(?)#plak ini ff author yang pertama , jngn lupa komen dan like nya ya , hope you like it. Maaf typo beretebaran.Don’t Plagiator. Jangan salahkan author kalau kalian gak polos lagi(?)#plakk kan udah author larang(?)#plakk

SILENT READEARS GO AWAY!!!!!!!

Neol chajaganda chueogi bonaen tingkeobel ttaranaseotdeon neverland

Geu gose naega neowa barabomyeo utgo isseo

Nan yeongwonhan neoui piteopaen.

Geu sigane meomchun ne namja

Seotuljiman neomu saranghaetdeon naui neoege danyeoga

Seorang remaja yang sedang asik memainkan camera DSLR-nya terganggu oleh suara yang berasal dari handphone , tanpa melihat nama siapa yang menelfonnya , dia langsung mengangkatnya

“Yeobseo”

“…”

Savo menjatuhkan telpon gengamnya , ia tak menyangka bahwa mobil van exo-m kecelakaan lalu savo berlali membawa kuci mobil dan pergi meniggalkan rumah tanpa pamit sehin sehingga orang – orang rumah menatap nya aneh dan khawatir.

Savo POV

Savo mengendarai mobil nya di atas rata – rata karna dia sangat khawatir dengan keadaan kaka nya. Savo turun dari mobilnya dan berlari menabrak wartawan yang berada di lingkungan depan Seoul Hospital, ia tak menghiraukan omongan para wartawan, hamir saja Savo jatuh tetapi ada seseorang yang menolongnya

“Kai oppa” Suvo kaget melihat kai yang menolong nya

“Hampir saja kau jatuh Jiamin”

“Gomawo”

“Ne, apa yang sedang kau lakukan di sini?”

“um…aku…aku…mau melihat keadaan luhan oppa” dengan mudahnya air mata lolos begitu saja dari mata coklatnya

“sudah jangan menangis luhan gege pasti baik – baik saja”

“aku harap begitu”

“kajja! Kita keruangan luhan gege”

“ne oppa! Kajja”

Normal POV

Ketika mereka sudah di depan ruangan Luhan banyak orang di sana , tiba – tiba saja Taeyeon onnie  menghampiriku

“Jiamin” muka taeyeo onnie merah ¸apa yang terjadi sebenarnya? Mengapa semuanya menangis dan suasana berkabung sangat terasa di sini?

“onnie,ap yang terjadi?”

“Luhan sudah tiada Jiamin”taeyeon onnie menangis,

“tidak mungkin!Luhan oppa baik – baik! Taeyeon onnie hanya berhalusinasi!” Taeyeon onnie memelukku, aku memberontak di peluk taeyeon onnie tapi tetap saja aku tidak  bias lepas dari pelukannya

“kau harus merelakan luhan pergi dan membiarkannya tenang di sana”

“Andwe! Luhan oppa baik – baik saja! Hiks..hiks…” Tangisanku pecah, aku tidak kuat lagi untuk membendungnya

“Luhan oppa tidak apa – apa kan onnie?”

“kau harus bias menerimanya Jiamin”

Aku memberontak untuk lepas dari pelukan taeyeon onnie , aku berhasil terlepas dari pelukan taeyeon onnie , aku pun lari kedalam ruangan dimana Luhan oppa berada, aku sesgera memeluk Luhan oppa

“Oppa bogosshippo” tidak ada jawaban

“oppa tidak merindukan Jiamin?” air mata yang sedaritadi Jiamin bendung akhirnya meluncur bebas ke permukaan pipi Jiamin

“oppa ireona! Oppa palli ireona!”

“apa oppa lupa ? oppa janji akan mengajak omma,appa, dan Jiamin berlibur? Apa oppa lupa,huh?!” suara Jiamin terdengar keluar , Jessica onnie sahabat luhan oppa masuk ke dalam dan memelukku

“Jessica onnie! hiks…luhan oppa…hiks…mengapa..hiks..tidak menjawab..hiks..pertanyaanku?”

Jessica tidak  menjawab karna dia takut Jiami semakin menjadi

“apa Luhan oppa membenciku? Sehingga luhan oppa tidak menjawab pertanyaanku dan luhan oppa pura – pura tertidur?”

“Jiami! Jangan berkata seperti itu! Itu tidak benar! Luhan sayang ke semua orang yang ada di sekitarnya! Terutama kau adiknya luhan! Dia sangat sayang dan merindukanmu sama seperti Jiamin yang sekarang merinduka luhan oppa!”

“tapi kenapa luhan oppa meninggalkan Jiamin dan yang lainnya?”

“Jiamin semua itu takdir , tidak ada yang bisaa mengubahnya, semua ini rencana tuhan dan tidak ada seorang pun mengetahuinya. Jadi relakan Luhan pergi dan Luhan akan tenang di sana”

Jiamin semakin menangis dia tidak mau Luhan pergi tapi semua ini takdir dan tidak ada yang bisaa mengubahnya

“jika Jaemin sayang dengan Luhan oppa , Jiamin bisaa merelakan Luhan untuk pergi dan bahagia di sana”

Jessica POV

Tidak ada jawaban dari Jiamin , Jessica bingung apa yang tersjadi pada Jaemin , Jessica melepaskan pelukannya dan ternyata Jaemin pingsan dan tidak di sangka – sangka tangan Jiamin banyak mengeluarkan darah, Jessica panik dan berteriak meminta bantuan

“DOKTER!!!! SUSTER!!!!”

“aish! Kenapa mereka lamban sekali!”celoteh Jessica

Jessica berinisiatif untuk menggendong Jiamin keluar , tapi semua itu sia – sia karena Jessica tidak memiliki banyak tenaga , hampir saja dia lupa kalau di luar ada senior dan hobaenya

“SOMBODY HELP ME!!!”#aduh thor kaya yang jatuh kejurang aja #plakk di amuk sone

Tiba – tiba seseorang datang , Jessica tersenyum lega karna ada yang membantunya

“Kris! Bantu aku!”

“nuna, apa yang terjadi?” Tanya kris sambil mendekati Jessica dan Jiamin

“bantu aku Jiamin pingsan dengan tangan yang mengeluarkan banyak darah”

“bagaimana bias tangannya berdarah ? “

“aku tidak tahu, ketika aku melepaskan pelukan tangan Jiamin sudah berdarah! Aish! Malah mengobrol! Ayo kita bawa Jiamin keluar sebelum terjadi sesuatu kepadanya!

Mereka pun keluar membawa Jaemin, dan suster berdatangan

“Suster!tolong dia tidak sadarkan diri dan tangannya mengeluarkan banyak darah!cepat tolong dia sebelum terjadi sesuatu!”

“ne,kalian tunggu disini”

Jessica khawatir dengan keadaan Jiamin sekarang, Jessica menangis tidak kuat lagi membendung Kris yang melihatnya langsung memeluk Jessica

“nuna, semuanya akan baik – baik saja”

“ini semua salahku! Aku ceroboh!” Jessica semakin terisak di dada bidang Kris

“aku telah melanggar pesan Luhan untuk menjaga Jiamin, aku – “

Jessica kaget karna Kris menciumnya, tanpa di sadari Jessica membalas ciuman Kris, tanpa mereka sadari banyak yang melihat momen tersebut

“waaaa aku tidak menyangka kris ge  bisaa seoeri itu” ucap seorang namja yang baru saja dating

Kris dan Jessica melepaskan tautannya, mereka melihat semua nya dengan tatapan kikuk

“eh, kenapa berhenti ?”ucap seorang namja berkulit gelap

“Kai! Pikiranmu selalu yadong!”

“ahehehe mian Sica onnie” dengan cengiran khas nya

Tiba – tiba dokter keluar ruangan

“keluarga pasien Jiamin?”

“ne? saya temann dekat keluarganya”ucap Jessica

“dimana keluarga nya?”

“um..um..kakanya sudah tiada” air mata Jessica meluncur dan membasahi permukaan pipinya

“sebaiknya anda ikut keruangan saya”

“ne”

Mereka pun meninggalkan orang – orang yang menatapnya bingung dengan kejadian tadi dan seketika tatapan itu beralih kepada Kris seolah – olah mereka bertanya “apa yang sebenarnya terjadi?”Kris mengerti dan segera menjawabnya

Kris POV

“tadi ketika kalian semua pergi untuk mencari makan, Jessica nuna meminta tolong karna Jiamin pingsan dan tangan Jiamin banyak mengeluarkan darah”

“oh~” kor semuanya

“tapi hyung mengapa tadi mencium Jessica nuna?”#haduh dasar Sehun si maknae pura – pura gak tau padahal kan sehun yadong#plakk okey abaikan

“um..itu..um” Kris tidak menjawabnya karna dia malu untuk mengakuinya apalagi kepada dongsaengnya

“Oh Sehun kau membuatnya malu! Lihatlah mukanya seperti kepiting rebus”ucap Suho

“ahahaha, mian hyung aku hanya ingin tahu saja”  jawab Sehun dengan terkikik

“aish! Kau Oh Sehun!”

“sudahlah biarkan dia tertawa sepuasnya”cegah Kris

“kau selalu saja mengalah WU FAN” seketika raut wajah Kris bebeda karna mendengar nama china nya , Suho tertawa melihat raut wajah Kris

“hyung! Sudah ku ingatkan jangan memanggilku dengan sebutan itu! Aku tidak suka”

“Ahahahahaha, mian mian”

“hyung sama saja dengan Sehun!”

Di salah satu sisi Jessica yang sudah mendengar penjelasan dokter tersenyum lega karna keadaan Jiamin baik – baik saja, tiba – tiba ada  yang mencolek(?) Jessica di pundaknya, Jessica menoleh ke belakang ternyata Tiffany yang mencolek(?) pundaknya.

“kau mengaetkanku saja!”

“ahehehe, mian Jessi” dengan cengirannya(?)

“Jessi?”

“ne? “

“bagaimana ke adaan Jiamin?” Jessica heran bagaimana Tiffany tau Jiamin pingsan? Setahunya tadi hanya ada Kris dan dirinya ketika Jiamin pingsan dan tangannya mesgeluarkan banyak darah di tangannya

“Jiamin baik – baik saja , kau tau dari siapa Jiamin pingsan ? “

“aku tahu dari Kris , hehe”

‘oh pantas saja”

“kajja Jessi kita beri tahu soal ini ke yang lain”

“ne kajja”

Mereka pun pergi ke ruang tunggu

Jessica POV end

Jiamin POV

Seberkas cahaya masuk ke dalam ruangan tersebut melalui jendela dan pentilasi , Jiamin yang sudah sadar menstabilkan matanya dengan cahaya , Jiamin heran mengapa ada di runangan ini , dia mengingat kejadian sebelumnya hingga akhirnya Jiamin ada di ruangan tersebut

-falshback-

“Jiamin semua itu takdir , tidak ada yang bisaa mengubahnya, semua ini rencana tuhan dan tidak ada seorang pun mengetahuinya. Jadi relakan Luhan pergi dan Luhan akan tenang di sana”

Jiamin semakin menangis dia tidak mau Luhan pergi tapi semua ini takdir dan tidak ada yang bisaa mengubahnya

Jiamin mengambil pisau di meja belakang Jessica , Jiamin menyayatkan pisau tersebut ke tangannya , dia berpikir untuk menyusul Luhan dengan cara seperti itu tanpa memikirkn ke depannya

-flashbackend-

*cklek* suara pintu terbuka , Jiamin menoleh ternyata Kai yang membuka pintu

“Jiamin , kau sudah sadar ? “

“ne oppa aku sudah sadar”

Jiamin teringat sesuatu , dia ingat Luhan tiba – tiba Jiamin menangis , Kai kaget karna Jiamin menangis secara tiba – tiba Kai memeluk Jiamin

“Jiamin , kau kenapa ?”

“aku ingat Luhan oppa..hiks..hiks…”

“relakan luhan ge, biarkan dia bahagia di sana, sudah jangan menangis kalau kau menangis Luhan gege akan sedih”

Kai semakin memeluk erat Jiamin , dia tidak ingin Jiamin sedih , segala cara akan Kai lakukan  supaya Jiamin tidak sedih

“Kai oppa?”

“ne?”

“…”

TBC

Gimana ff nya ?

Garing ? Jelek ? ._.

apa yang akan diucapkan Jiamin ? penasaran tunggu aja chap selanjutnya , kekekeke

Officially Missing You (chapter 1)

Main cast : Byun Baekhyun

Park Chanyeol

And other

Author     : @chanbaeksshi

Genre      : I don’t know

Note : terinspirasi dari lagu tamia – officially missing you , ini ff pertamaku , hope you like it ^^ Don’t Plagiator!! Don’t Bash!!! Silent Rider? Go away!!

Normal POV

Seorang yeoja terbangun dari tidur nya , ia terbangun karena suara air hujan yang cukup nyaring “ Hujan lagi ya: ucapnya sambil mengamati pemandangan di luar jendela kamar nya

“kenapa kau pergi yeolli” bisik nya sambil berjalan ke dekat jendela

“aku merindukanmu yeollie, sangat merindukan. Ini sudah resmi” lirih nya

-flashback-

“Yeollie…” Baekhyun memandang seorang pria bernama Chanyeol yang kini membelakanginya

“mianhae Baekhyun” uar chanyeol

“Yeollie jangan pergi” Baekhyun berlari lalu memeluk Chanyeol dari belakang

“bae-“

“biarkan aku memelukmu yeollie. Mungkin untuk terakhir kalinya” perkataan hanyeol terpotong oleh Baekhyun

Chanyeo membalikan tubuhnya

CHU~

Chanyeol memberi kecupanpa pada bibir plum Baekhyun

“kecupan pepisahan” ucap Chanyeol

-flashback end-

“Yeollie” lirih Baekhyun sambil tersenyum miris

“bogoshippo” Baekhyun berjalan mengambil mantelnya, lalu keluar kamar. Baekhyun mengeratkan mantel yang ia kenakan, cuaca di Seoul cukup dingin saat ini. Ia berjalan menuju super market terdekat, ia berniat membeli susu dan pudding untuk malam natal nanti. Saat ia berjalan mengambil troli, ia melihat siluet orang yang mirip dengan Chanyeol

“Yeolli?”

TBC

Apa benar yang di lihat Baekhyun adalh Chanyeol ? Penasaran? Tunggu next chap nya ya ^^

Mian  kalau ff nya jelek , jangan lupa coment sama like nya ya ^^